Breaking News:

Cuaca Ekstrem Maluku

Sudah Tiga Hari Pelayaran Kapal di Pelabuhan Namlea Dihentikan; Cuaca Masih Buruk

Diakui Supervisor Pelabuhan Namlea, Makmur Hidayat , angin di Perairan Pulau Ambon masih kencang. Akibatnya kapal belum diizxinkan berlayar.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Pelabuhan Ferry Galala resmi menghentikan sementara aktifitas penyeberangan menuju Namlea, Kabupaten Buru. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sudah tiga hari, pelayaran kapal di Pelabuhan Namlea dihentikan.

Terhitung sejak dikeluarkannya larangan berlayar pada Kamis (14/7/2022) lalu, lantaran cuaca buruk.

Diakui Supervisor Pelabuhan Namlea, Makmur Hidayat , angin di Perairan Pulau Ambon masih kencang.

Akibatnya, armada ferry dari Pelabuhan Namlea menuju Galala, Kota Ambon, belum bisa diizinkan untuk beroperasi.

"Hari ini juga ferry belum bisa beroperasi, karena di Ambon angin paling kencang sekali," kata Makmur saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Sabtu (16/7/2022).

Baca juga: BPS Sebut Kemiskinan di Maluku Menurun, Berikut Data Mendetailnya

Baca juga: Tak Mau Kalah, Siwalima FC akan Buka Seleksi Pemain; Target Juara Liga 3 dan Soeratin

Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku Sabtu 16 Juli 2022: Saumlaki Berawan, Ambon dan Leksula akan Hujan Seharian

Soal kapan kapal akan kembali beroperasi lagi, Makmur mengaku belum tahu kepastiannya.

"Kita tidak tahu kapan kapal bisa kembali beroperasi. Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut, kita tunggu info dari Ambon saja," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kapal ferry rute Namlea-Ambon sudah dilarang berlayar selama tiga hari ini.

Larangan ini menindaklanjuti surat pemberitahuan perkiraan cuaca dari BMKG Stasium Meterologi Maritim Ambon

Bahwa, tinggi gelombang laut di perairan Pulau Ambon dan Pulau Buru mencapai 2,50-4,00 meter. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved