Breaking News:

Ambon Hari Ini

Jadi Aset Pemkot, Wattimena Pastikan Hibahkan Tanah di Negeri Halong Tuk Korban Pergerakan Tanah

Menurutnya, tanah hibah di Negeri Halong itu harus tercatat terlebih dahulu sebagai asset pemerintah kota sebelum dihibahkan kembali ke para korban.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena memastikan tanah hibah di Negeri Halong akan diserahkan kembali korban pergerakan tanah di Batuh Gajah 2012 silam. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena memastikan tanah hibah di Negeri Halong akan diserahkan kembali korban pergerakan tanah yang terjadi di Batuh Gajah 2012 silam.

Menurutnya, tanah hibah di Negeri Halong itu harus tercatat terlebih dahulu sebagai aset pemerintah kota sebelum dihibahkan kembali ke para korban.

“Jadi karena kita keluarkan sejumlah uang dia harus tercatat jadi pemerintah kota dulu dari segi keuangan, masuk ke aset kota nanti baru kita hibah ke masyarakat pengungsim” kata Wattimena di Balai Kota Ambon, Jumat (15/7/2022).

Lanjutnya, pemerintah masih perlu berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan mekanisme hibah.

“Kita pastikan bahwa nanti kita koordinasikan dengan BPK soal mekanisme,” lanjutnya.

Baca juga: Ini Alasan Status Tanah Hibah Negeri Halong tuk Korban Pergerakan Tanah Jadi Aset Pemkot Ambon

Baca juga: Musim Penghujan di Ambon, Ini Rekomendasi Makanan yang Pas di Cuaca Dingin

Wattimena menjelaskan, tanah tersebut terdata jadi aset pemerintah lantaran sejumlah uang kompensasi telah diberikan ke Pemerintah Negeri Halong.

“Awalnya itu kan Pemerintah Negeri Halong menghibahkan, memberi kepada pengungsi batu gajah yang tinggal di waringin pintu. Tetapi pada saat itu pemerintah kota Ambon memberikan kompensasi kepada pemerintah negeri halong sejumlah uang ke pemerintah Negeri Halong. Konsekuensinya adalah tanah itu harus menjadi milik pemerintah kota dulu tidak bisa semerta merta jadi pemilik para pengungsi,” jelasnya.

Wattimena menegaskan tidak akan mengusir para pengungsi dari lokasi tersebut.

“Jadi bilang ke teman-teman jangan khawatir, pemerintah tidak akan usir mereka dari situ. Masa kita cari lokasi untuk mereka, bangun rumah mereka lalu kita usir, tidak mungkin. Itu hanya isu-isu sesat yang dibuat orang tidak bertanggung jawab. Pemerintah kota ada untuk mereka,” tegasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved