Breaking News:

Murad Tantang Mahasiswa Duel

Pj Bupati Buru Djalaludin Salampessy Minta Maaf Sebut Wartawan Biadab; Tidak Ada Niat Sedikitpun

Penjabat Bupati Buru Djalalaluddin Salampessy akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas perkataannya yang menyebut wartawan biadap

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi
Penjabat Bupati VBuru, Djalaludin Salampessy mintaa maaf telah menyebut wartawan biadap. Ia mengaku tak ada niat sedikitpun. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Bupati Buru Djalalaluddin Salampessy akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas perkataannya yang menyebut wartawan biadap

Permintaan maaf Djalaludin Salampessy ini disampaikan kepada semua wartawan,

"Masya Allah, kita tidak mungkin menjustifikasi seseorang dengan kata-kata seperti itu, kalau diterjemahkan seperti begitu saya mohon maaf. Namun sama sekali tidak ada niat sedikitpun mengatakan hal tersebut, apalagi sebagai penjabat tidak mungkin memiliki pemahaman kata-kata semacam itu," kata Djalaluddin saat menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan, di ruang rapat Bupati, Rabu (13/7/2022) kemarin.

Salampessy menyebut tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar luas di media sosial itu fitnah.

"Terkait informasi ini, setelah peristiwa demo, banyak info tentang penyebab kejadian demo, banyak wa yang masuk melaporkan penyebab dan penggerak demo, disampaikan bahwa info seperti ini banyak unsur tidak benarnya, banyak mengandung fitnah," katanya.

Baca juga: IJTI Maluku Sementara Kaji Pernyataan Djalaludin Salampessy yang Sebut Jurnalis Biadab

Djalaluddin menjelaskan, laporan bernada fitnah itu, bukan dirinya yang buat secara langsung, namun mengcopy dari pesan whatsapp, lalu memberitahukan ke grub OPD, kalau informasi seperti ini telah beredar.

Kemudian, meminta kepada pimpinan OPD memberitakan hal-hal baik, supaya mengimbangi informasi buruk semacam itu.

"Pesan itu saya copy, untuk memberitahukan ke group whatsapp internal forum OPD, jangan sampai kemudian fitnah ini merajalela di akun facebook atau media sosial lainnya, sehingga menjadi berita buruk," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar pesan WhatsApp diduga oleh Penjabat Bupati Buru, Djalaludin Salampessy menyikapi insiden Gubernur Maluku Murad Ismail Tantang Pendemo Berkelahi.

Selain membela gubernur, Djalaludin Salampessy juga menyudutkan posisi wartawan karena dianggap tidak memberitakan positif kunjungan Murad Ismail.

Bahkan wartawan disebut telah disiapkan bersamaan dengan aksi unjukrasa menagih janji politik Murad.

Berikut isi chat di grup WhatsApp yang viral di media sosial itu, Minggu (10/7/2022) malam.

Isi chat Djalaludin Salampessy  yang menyebut Mantan Bupati Buru, Ramli Umasugi jadi dalang dibalik demo Tagih Janji Kampanye Gubernur Maluku
Isi chat Djalaludin Salampessy yang menyebut Mantan Bupati Buru, Ramli Umasugi jadi dalang dibalik demo Tagih Janji Kampanye Gubernur Maluku (Tangkapan layar)

"Pak Gub, semoga Allah melaknati orang-orang ini. Pak Gub datang ada bawa bantuan, pembangunan ratus miliar di Kabupaten Buru, dan manfaat lain untuk masyarakat, tidak diberitakan tapi diberitakan hal lain.

Biadab, wartawannya segera kita tindak lanjuti Pak Gub. Terlihat jelas mantan punya permainan Pak. Mereka pancing demo dan sudah siapkan wartawan, benar benar keterlaluan. Allah jauhkan Maluku dari bala, Allah merahmati bapak dan keluarga, amin,” tulis Salampessy dalam grup WhatsApp OPD Pemkab Buru yang beredar di media sosial, Sabtu (9/7/2022). (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved