Breaking News:

Maluku Terkini

Serapan PAD Maluku Tengah Baru Rp 32 Miliar dari Target Rp 101 Miliar

Per Juni 2022, serapan PAD Maluku Tengah yang bersumber dari pajak dan retribusi  disebut masih berkisar di angka Rp 32 miliar.  

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Rapat Koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bahas penyerapan PAD Maluku Tengah di Kantor di Masohi, Kamis (7/7/2022). 

Laporan Kontributor Tribun ambon.com, Lukman mukadar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku Tengah pada pertengahan tahun ini masih di bawah 50 persen dari target sebesar Rp 101 miliar. 

Per Juni 2022, serapan PAD Maluku Tengah yang bersumber dari pajak dan retribusi  disebut masih berkisar di angka Rp 32 miliar.  

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah, Jainudin Ali pada Rapat Koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabupaten setempat di Masohi, Kamis (7/7/2022).

Ali mengatakan, terdapat sejumlah indikator sehingga capaian serap PAD Maluku Tengah pada pertengah tahun atau semester pertama ini masih di bawah 50 persen. 

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi realisasi serap pendapatan. Salah satunya karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum begitu pulih sehingga ada beberapa objek pajak yang memang belum bisa atau diperkirakan realisasi dari target tak sampai 100 persen di akhir tahun ini," kata Ali.

Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Jokowi Jadi Tontonan, Warga Ngajak Selfie

Baca juga: 150 Bintara Polri Dilantik, Kapolda Maluku; Ingat Dalam Bertugas Jangan Sakiti Hati Rakyat

Faktor yang lain yang membuat capaian PAD pada semester pertama masih belum survive adalah kunjungan hotel dan rumah makan. 

"Kalau di pajak kita liat seperti kunjungan di Hotel dan rumah makan pasti berpengaruh (turun)," ungkapnya. 

Tak hanya itu, ada faktor kondisi ekonomi nasional yang salah satunya terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. 

"Kemudian kondisi ekonomi bangsa ini kan kita tahu bahwa terjadi kenaikan harga-harga sehingga sudah pasti kalau tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan masyarakat tentu berpengaruh terhadap daya beli. Sehingga berdampak terhadap pajak dan retribusi ini," imbuhnya. 

Di sisi lain, selama tiga tahun terakhir telah terjadi penurunan transfer pusat ke daerah dan Maluku Tengah yang hampir mencapai 230 milyar lebih. 

Sehingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu didorong untuk meningkatkan PAD baik Pajak dan Retribusi, Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Dana Insentif Daerah. 

"Olehnya itu, seluruh Pimpinan OPD Pengelola PAD diharapkan agar bekerja lebih keras untuk meningkatkan Pendapatan, baik yang bersumber dari PAD maupun Dana Transfer dari Pusat," pinta Bupati Abua Tuasikal, melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Ronald Joshua Hetharia saat membuka Rapat Koordinasi Pendapatan Asli Daerah Triwulan II di Masohi. 

OPD juga diingatkan untuk terus meningkatkan pendapatan qsli daerah, khususnya pajak daerah, karena itu OPD harus memiliki terobosan-terobosan atau inovasi baru dalam pengelolaannya. 

"Dimulai dari perencanaan berupa penetapan target proyeksi pendapatan yang akurat, pengelolaan proses bisnis pajak daerah melalui sistem terintegrasi dengan stakeholder terkait termasuk didalamnya masyarakat selaku wajib pajak, hingga evaluasi setiap triwulan pelaksanaannya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved