Breaking News:

Nasional

Harga Tandan Buah Segar Murah, Mendag Perintah Naikan DMO

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memerintahkan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag untuk menaikkan Domestic Market Obligation (DMO) mi

Editor: Adjeng Hatalea
(KOMPAS.com/ ELSA CATRIANA)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat meninjau harga bahan pokok di Pasar Klender, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2022). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memerintahkan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag untuk menaikkan Domestic Market Obligation (DMO) minyak sawit (CPO).

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, menaikkan DMO ini bertujuan mengatasi harga Tandan Buah Segar (TBS) yang murah.

"Sekarang problem yang kita hadapi itu petani sawit kita TBS itu murah, memang kita meminta agar pelaku industri, pabrik pabrik minyak kelapa sawit itu membeli dengan sekurang-kurangnya Rp 1.600 per kilogram, tapi itu imbauan," ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (4/7/2022).

"Karena itu hari ini saya akan perintahkan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag untuk menaikkan DMO itu. Yang tadinya 1,5 akan menjadi menjadi 1,1," lanjutnya.

Artinya dia memerintahkan agar batas pasokan untuk minyak sawit dinaikkan dari 20 persen menjadi 50 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas mengungkapkan bahwa harga minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 sudah hampir merata di seluruh Indonesia.

Bahkan, dia menyebutkan harga minyak goreng curah di Jawa sudah di bawah Rp 14.000 .

"Rp 14.000 itu kan harga eceran tertinggi. Jadi kita syukuri harga Rp 14.000 sudah hampir semua, terutama di Jawa dan Bali," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini harga minyak goreng di Jawa-Bali sudah Rp14.000 per liter.

Sehingga pemerintah sudah mulai melakukan relaksasi kebijakan di hulu untuk memperlancar ekspor.

“Saat ini harga minyak goreng telah mencapai Rp 14.000 per liter di Jawa-Bali, sehingga kebijakan di sisi hulu dapat kita mulai relaksasi secara hati-hati," ujar Luhut dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenko Marves, Senin.

"Untuk mempercepat ekspor dan memperbaiki harga TBS di tingkat petani,” pungkasnya.

(Kompas.com / Dian Erika Nugraheny / Bagus Santosa)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved