Breaking News:

Maluku Terkini

Dugaan Korupsi, DitresKrimsus Polda Maluku Bersama Ahli Periksa Fisik Proyek Masohi Plaza

Panit Subdit III Tipikor, Krimsus Polda Maluku, Fredy B Samale membenarkan kedatangan tim penyidik untuk memeriksa fisik bangunan Masohi Plaza.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Bangunan Masohi Plaza. Dugaan Korupsi, DitresKrimsus Polda Maluku Bersama Ahli Periksa Fisik Proyek Masohi Plaza, Jumat (24/6/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku memeriksa fisik proyek pengerjaan Masohi Plaza di Masohi – Maluku Tengah, Jum'at (24/6/2022).

Mereka juga membawa tim ahli dari Politeknik.

Panit Subdit III Tipikor, Krimsus Polda Maluku, Fredy B Samale membenarkan kedatangan tim penyidik untuk memeriksa fisik bangunan Masohi Plaza.

Menyusul laporan warga akan dugaan korupsi pembangunan Masohi Plaza

Diketahui, proyek pengerjaan pusat perbelanjaan modern di kota kabupaten berjuluk Pamahanu Nusa itu sebesar Rp11,4 miliar.

Anggaran itu bersumber dari APBD tahun anggaran 2020-2021.

"Ia Penyelidikan, berdasarkan laporan masyarakat,” ujar Panit Subdit III Tipikor, Krimsus Polda Maluku, Fredy B Samale.

DitresKrimsus Polda Maluku Bersama Ahli Periksa Fisik Proyek Masohi Plaza, Jumat (24/6/2022).
DitresKrimsus Polda Maluku Bersama Ahli Periksa Fisik Proyek Masohi Plaza, Jumat (24/6/2022). (TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar)

Baca juga: Undangan Tersebar, Pelantikan Saniri 4 Negeri di Ambon Malah Ditunda

Baca juga: 20 Tahun Limbah Tak Disedot, KFC dan Pengelola Amplaz Disemprot Wakil Rakyat

Turut dihadirkan dalam pemeriksaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tengah serta pihak ketiga yang mengerjakan Masohi Plaza, yakni PT Kadjuara Mandiri.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Maluku juga menemukan adanya kerugian dari proyek tersebut. 

Namun dugaan kerugian tersebut merupakan kelebihan bayar Pemerintah kepada pihak ketiga sebesar Rp121 juta.

Dan saat ini pihak ketiga yakni PT. Kadjuara Mandiri baru mengembalikan Rp. 50 juta. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved