Breaking News:

Mzaluku Terkini

Nelayan Pulau Buru Keluhkan Tak Bisa Beli Pertalite Pakai Jeriken, jadi Kesulitan Melaut

Nelayan di Pulau Buru kesulitan melaut karena kelangkaan BBM. Salah satu alasannya karena tak bisa beli pakai jeriken di SPBU.

Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Ilustrasi nelayan. Nelayan di Pulau Buru terancam tak melaut karena kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah nelayan di Pulau Buru, Maluku, mengeluh kesulitan memperoleh Pertalite di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU).

Mereka kini terancam tidak bisa melaut gara-gara aturan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU.

Pemerintah pusat memang membatasi pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken di stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU).

Khusus untuk nelayan dibolehkan asal menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan.

Namun nelayan di Kabupaten Buru takmendapat surat rekomendasi yang dimaksud.

Mereka akhirnya tak bisa beli Pertalite dengan jeriken.

Kondisi ini diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Maluku, Halimun Saulatu, Rabu (23/6/2022.

Menurutnya, hal ini akan sangat berdampak bagi kehidupan mereka.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku Kamis, 23 Juni 2022: Waspada Hujan di Ambon dan 7 Wilayah Lainnya

Apalagi lanjutnya, penggunaan Pertalite sangat dibutuhkan untuk aktivitas melaut bagi nelayan.

Jika dengan adanya kelangkaan Pertalite, otomatis mereka tidak bisa melaut, dan tentunya berpengaruh terhadap pendapatan belanja hidup sehari-hari mereka.

"Makanya nelayan mengeluh. Karena itu sangat berdampak kepada mata pencaharian mereka," kata Halimun kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Selain itu katanya, kelangkaan Pertalite itu karena ternyata di kawasan pesisir, tak ada satupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN).

Politisi Demokrat itu mengaku, DPRD telah memberikan solusi jangka pendek untuk masalah ini.

Yakni dengan meminta Dinas Perikanan setempat untuk mengeluarkan surat rekomendasi kepada para nelayan.

Rekomendasi itu yang menjadi syarat bagi nelayan agar bisa membeli BBM di sejumlah SPBU yang ada di Buru.

"Jadi harus punya rekomendasi dari Dinas Perikanan. Makanya saat agenda pengawasan, kami sudah mintakan ke dinas terkait untuk mensiasati itu," ungkapnya.

"Tapi nanti setelah semua anggota susah selesai agenda pengawasan, kita undang pihak terkait untuk membahasnya lebih lanjut," tandas Halimun.

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved