Breaking News:

Maluku Terkini

Tolak Pelantikan Raja Hingga Segel Kantor Desa, Warga Wahai - Maluku Diminta Jaga Kamtibmas

Penyegelan kantor desa merupakan buntut dari protes warga lantaran Raja yang dilantik dianggap tidak sesuai dengan

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Camat Seram Utara, Muhammad Al Idrus (Kopia Hitam) dan Raja Negeri Wahai, Hasan Basri Tidore. Menyikapi polemik pelantikan Raja, warga diminta menjaga Kamtibmas. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Menyikapi polemik pelantikan Raja (Kepala Pemerintahan Negeri) Wahai, Camat Seram Utara Muhammad Al Idrus minta warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Warga juga diminta untuk membuka kantor desa yang hingga kini masih disegel.

Penyegelan kantor desa merupakan buntut dari protes warga lantaran Raja yang dilantik dianggap tidak sesuai dengan peraturan negeri (perneg).

Lanjutnya, polemik pelantikan raja diserahkan penanganannya kepada pemerintah daerah serta pihak berwajib.

Baca juga: Koordinator BEM Nusantara Maluku Desak Kampus Usut Provokator Aksi Bentrok Mahasiswa di Unpatti

Baca juga: Tak Ajukan Eksepsi, Tagop Soulissa Minta Diizinkan Berobat Seminggu Sekali

"Kami menghimbau seluruh masyarakat khususnya warga di Negeri Wahai untuk sama – sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," pinta Al Idrus, Kamis (16/6/2022).

Senada dengan Al Idrus, Raja Wahai, Hasan Basri Tidore, mengajak masyarakat untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak penegak hukum.

"Terkait permasalahan yang telah dilaporkan ke pihak kepolisian, mari kita percayakan kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini pihak kepolisian, untuk menyelesaikan secara hukum," ajaknya.

Ketua Saniri Negeri Wahai Samsudin Maelan, juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga hubungan persaudaraan, dengan selalu bergandengan tangan untuk memajukan Negeri Wahai yang dicintai secara bersama.

"Bahwa hal – hal terkait permasalahan yang terjadi di Negeri kita ini, mari kita percayakan kepada pihak keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menyelesaikannya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved