Breaking News:

Maluku Terkini

Petani Gagal Panen, Harga Cabai dan Bawang di Namlea Melonjak

Petani gagal panen menjadi salah satu pemicu harga cabai, tomat, dan bawang di Pasar Tradisional Namlea.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi
Pedagang cabai dan bawang di Pasar Tradisional Namlea, Kabupaten Buru, Kamis (16/6/2022). Dia menyebut saat ini harga cili, tomat dan bawang melonjak naik lantaran petani gagal panen. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Petani gagal panen menjadi salah satu pemicu harga cabai, tomat, dan bawang di Pasar Tradisional Namlea, Kabupaten Buru, Maluku melonjak.

Bahkan, pasokan dari Jawa pun tidak ada.

Hal ini diungkapkan salah seorang pedagang, La Etu, saat diwawancarai TribunAmbon.com, Kamis (16/6/2022) siang.

"Harga cabai, tomat dan bawang saat ini tengah mengalami kenaikan harga, yang disebabkan petani di Waeapo gagal panen," kata La Etu.

Dia menyebut, kenaikan harga ini sudah terjadi dalam seminggu terakhir.

Baca juga: Eks Bupati Buru Selatan Tagop Soulissa Didakwa Terima Suap Rp. 23,2 Miliar, dari OPD dan Kontraktor

Dikatakan, bawang merah saat ini dijual per kilo Rp 58 ribu, sebelumnya dijual Rp 38 ribu.

Cabai rawit per kilo naik jadi Rp 45 ribu, dari sebelumnya Rp 40 ribu.

Sementara cabai keriting dijual Rp 40 ribu dari sebelumnya Rp 25 ribu.

"Bawang merah naik Rp 58 ribu per kilo, disebabkan karena faktor kekosongan stok di Kabupaten Buru. Jadi, saat ini bawang merah sangat langka, stoknya kita dapat dari Surabaya biasanya," jelasnya.

Untuk harga tomat lanjutnya, sebelumnya dijual diangka Rp 15 ribu, kini naik menjadi Rp 25 ribu per kilo.

"Harga ini sudah naik sejak minggu kemarin," ungkapnya.

Sementara, harga bawang bombai masih tetap stabil, per kilonya dijual Rp 25 ribu.

Kemudian, harga lemon cina turun menjadi Rp 8 ribu perkilo, sebelumnya dijual Rp 10 ribu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved