Breaking News:

Kasus Suap Tagop Soulissa

BREAKING NEWS Mantan Bupati Buru Selatan Tagop Soulissa Jalani Sidang Dakwaan Kasus Suap Hari Ini

Mantan Bupati Buru, Tagop Soulissa akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon, Kamis (16/6/2022) hari ini.

ist
Mantan Bupati Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Tagop Sudarsono Soulissa dieksekusi ke Ambon. 

TRIBUNAMBON.COM - Mantan Bupati Buru, Tagop Soulissa akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon, Kamis (16/6/2022) hari ini.

Dia akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan terkait keterlibatannya menerima suap dan gratifikasi dalam proyek pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun anggaran 2011-2016.

Mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Soulissa akan menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan, Kamis (16/6/2022) hari ini.
Mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Soulissa akan menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan, Kamis (16/6/2022) hari ini. (Tanita)

Sidang akan digelar secara virtual atau online.

Jaksa KPK akan membacakan dakwaan terhadap mantan bupati itu.

Sementara majelis hakim yang menyidangkan perkara ini adalah hakim dari PN Ambon, yakni Nanang Zulkarnain Faisal.

Diketahui, Tagop yang juga suami Bupati Buru Selatan Safitri Malik itu resmi ditahan KPK pada Rabu (26/1/2022) lalu.

Tagop diduga secara sepihak memberikan proyek infrastruktur pembangunan jalan dalam kota Namrole, Buru Selatan kepada tersangka Ivana.

Proyek tersebut bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2015 senilai proyek Rp 3 miliar.

Tagop sebagai Bupati Buru Selatan 2011-2016 secara sepihak memerintahkan pejabat Dinas PU untuk langsung menetapkan PT Vidi Citra Kirana milik tersangka sebagai pemenang paket proyek tersebut walaupun proses pengadaan belum dilaksanakan.

Tersangka Ivana kemudian mentransfer uang sebanyak tiga kali kepada tersangka Tagop melalui orang kepercayaannya, tersangka Johny.

Transferan pertama pada Bulan Februari 2015 sebanyak Rp 200 juta sebagai tanda janji, dan transferan kedua pada Bulan Agustus 2015 sebesar Rp 600 juta.

Pada transferan terakhir di Bulan Desember 2015, Ivana mengirimkan uang sebesar RP 200 juta dengan keterangan tambahan DAK ke rekening Johny. Ratusan juta rupiah tersebut diduga dipakai untuk kepentingan pribadi Tagop.

Atas perbuatan tersangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Bupati Bursel Pertama yaitu Tagop dan Johny sebagai penerima disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara, tersangka Ivana Kwelku sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved