Breaking News:

Maluku Terkini

Ditolak karena Lapor Istri Polisi, Silawane Mengadu ke Polda Maluku Hingga Kapolri

Dijelaskan, laporan kepolisian dibuat perihal dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman oleh seorang perempuan berinisial WS kepadanya melalui pesan

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
(Kompas.com/Wahyunanda Kusuma)
Ilustrasi UU ITE 

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Tidak mendapat pelayanan hukum yang baik, Billy Junaid Silawane mengeluhkan kinerja Kepolisian Sektor Tehoru.

Aparat Polsek pun disebut tidak profesional menanggapi laporan warga.

Keluhan itu disampaikan Silawane kepada TribunAmbon.com di Masohi, Maluku Tengah, Sabtu (11/6/2022).

"Penegak hukum seharusnya profesional," ujar Silawane.

Dijelaskan, laporan kepolisian dibuat perihal dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman oleh seorang perempuan berinisial WS kepadanya melalui pesan WhatsApp.

Awalnya, pelaporan dibuat dengan maksud ada mediasi diantara mereka.

Karena urung ditanggapi, Silawane kembali mendatangi Mapolsek untuk menanyakan tindaklanjut laporannya.

"Bukan diterima, polisi malah mengembalikan surat laporan saya dengan alasan tidak ada penyidik IT," ujarnya.

Awal Mula Terbentuknya Danau Wae Ela Negeri Lima, hingga Kini Dijadikan Destinasi Wisata Alam

Menurutnya, seharusnya laporannya diteruskan dengan memberikan surat pengantar untuk ditindaklanjuti ke Polres atau Polda.

Dia pun menduga, penolakan laporan itu lantaran terlapor adalah istri dari anggota Polsek Tehoru.

"Bukan saya mendapat surat balasan atas laporan saya, malahan mereka suruh ambil balik dokumen laporan saya. Ini tak ada layanan, semestinya laporan saya tertulis dibalas juga secara tertulis," katanya.

"Itu yang membuat saya kecewa. Sikap mereka tidak sesuai dengan visi presisi Kapolri," katanya. 

Tidak tinggal diam, Silawane pun menyurati Kapolri serta Kapolda Maluku.

"Jadi pada saat itu saya pulang saya buat surat kepada bapak Kapolri kirimnya tanggal 14 mei 2022. Balasan dari pihak Kapolri sudah ada  tanggal 31 Mei dengan terbitnya surat pemberitahuan penanganan Dumas SP3D atau SP2HP-2 dari Devisi Provesi dan Pengamanan Mabes Polri," jelasnya. 

"Pada tanggal 20 Mei saya kirimkan surat kepada Kapolda Maluku melalui WhatsApp dan email Bid Humas Polda Maluku dan direspon saat itu. Kemudian pihak Polda Maluku mengirimkan tim Paminal Propam Polda Maluku didampingi oleh Paminal Propam Polres Maluku Tengah tanggal 3 Juni 2022," tambahnya. 

Hingga kini laporannya masih diproses Polda Maluku.

"Saya berharap ada penyelesaian hukum terkait kasus yang menimpah saya," harapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved