Breaking News:

Wisata Maluku

Itinerary Sehari di Pulau Saparua - Maluku, Bisa Kunjungi Tempat-tempat Ini

Pulau yang memiliki 16 Negeri (Desa Adat) dan 1 Negeri Administratif ini menyimpan sejarah perjuangan Masyarakat Maluku terbebas dari penjajahan

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Benteng Duurstede 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Datang ke Maluku, memang wajib singgah ke Pulau Saparua.

Selain jaraknya yang dekat, Pulau yang memiliki 16 Negeri (Desa Adat) dan 1 Negeri Administratif ini menyimpan sejarah perjuangan Masyarakat Maluku terbebas dari penjajahan kolonial.

Bila hanya berkunjung sehari di Pulau Saparua, maka ini beberapa lokasi wisata yang bisa dikunjungi;

1. Pantai Pasir Putih dan Goa Tujuh Putri Kulur
Destinasi wisata pertama yakni Pantai Pasir Putih di Kulur. Tak jauh dari pelabuhan Ferry Kulur, Tribunners bisa menikmati indahnya air biru tosca dan pasir putih bersih.

Sesekali, bisa memandang Kapal Ferry yang bertolak dari Pelabuhan menuju Pulau Seram ataupun yang kembali ke Ambon.

Berjarak sekitar 10 menit, ada pula Goa Tujuh Putri yang konon disebut sebagai tempat pemandian putri.

Pantai pasir putih Kulur
Pantai pasir putih Kulur (TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina)

Airnya yang jernih menampakan dasar goa, kadang membuat yang datang kebingungan.

Untuk ke lokasi ini disarankan saat pagi hingga siang, jangan sampai sore hari.

Pasalnya, Goa Tujuh Putri ini masih asri hanya mengandalkan cahaya matahari.

2. Benteng Duurstede
Benteng Duurstede wajib dikunjungi pelancong yang datang ke Pulau Saparua.

Pasalnya, Benteng yang dibangun tahun 1676 ini merupakan saksi bisu awal mula perjuangan rakyat Saparua melawan colonial Belanda saat itu.

Masuk ke Benteng Duurstede tak dikenakan biaya pasti, hanya sumbangan sukarela tergantung kemampuan ekonomi pengunjung.

Salah seorang pengunjung berswafoto di Benteng Duurstede
Salah seorang pengunjung berswafoto di Benteng Duurstede (TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina)

Benteng pun dibuka setiap hari.

Di depan Benteng Duurstede, ada pula museumnya yang menyimpang dokumentasi Benteng Zaman dahulu. Hanya saja, museum tersebut jarang dibuka.

Masih dikawasan Benteng Duurstede, ada pula tempat obor pattimura ditaruh, tepat tanggal 15 Mei.

Bahkan sejak pandemic covid-19 menerjang Maluku, tepatnya 2020, Pemerintah mulai membakar obor Pattimura di Lapangan Merdeka Saparua itu.

3. Pasar Saparua
Sebelum beralih ke wisata yang lain, Tribunners wajib mengunjungi Pasar Saparua.

Selain menjual kebutuhan sehari-hari, juga di jual panganan khas Maluku yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Seperti Gula Saparua, Bagea Kelapa dengan harga Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu, juga Bagea Bawang Putih dikisaran Rp 15 ribu – Rp 18 ribu, juga serut.

4. Gunung Saniri, Tuhaha
Dari Pasar Saparua, tribunners bisa melanjutkan perjalanan ke Gunung Saniri, sekitar 10 menit berkendara.

Gunung Saniri di Negeri Tuhaha ini merupakan tempat pertemuan rahasia Thomas Matulessy dengan para kapitan, untuk mengatur strategi penyerangan.

Gunung Saniri ini juga tempat Matulessy diangkat sebagai Kapitan Pattimura.

Gapura masuk Gunung Saniri, Negeri Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, Pulau Saparua
Gapura masuk Gunung Saniri, Negeri Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, Pulau Saparua (TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina)

Ditambah setiap 14 mei, sehari sebelum peringatan hari Pattimura, diadakan pembakaran obor Pattimura pertama kali, sebelum dibawa ke Negeri-negeri lain di Maluku.

Bila ke Gunung Saniri, tribunners diharapkan mempersiapkan fisik, lantaran harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai ke puncaknya, tempat pembakaran Obor Pattimura, juga tempat pertemuan.

5. Rumah Pattimura – Negeri Haria
Sekitar 30 menit perjalan dari Gunung Saniri, tribunners dapat menemukan Rumah Kapitan Pattimura di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Banyak peninggalan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia itu yang disimpan di rumah ini.

Seperti, baju perang, parang, hingga catatan silsilah keturunan Pattimura.

Hingga hari ini, rumah Pattimura yang berjarak 5 kilometer dari pusat Kota Saparua itu dirawat dengan baik oleh pihak keluarga.
Pengunjung pun dapat masuk untuk mengingat kembali perjuangan Pattimura. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved