Breaking News:

Penyalahgunaan Narkotika

Bukan Pengedar Narkoba, Pengadilan Tinggi Ambon Vonis Marthinus Roa Jadi 2 Tahun Penjara

Hakim Pengadilan Tinggi Ambon memvonis terdakwa kasus penyalahgunaan Narkotika, Marthinus Roa jauh lebih rendah dari Pengadilan Negeri.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Hakim Pengadilan Tinggi Ambon memvonis terdakwa kasus penyalahgunaan Narkotika, Marthinus Roa jauh lebih rendah dari Pengadilan Negeri.

Bahkan turun lima tahun dari putusan awal tujuh tahun penjara.

Hal itu termuat dalam Akta Pemberitahuan Putusan Pengadilan Tinggi Ambon, Nomor: 34/PID.SUS/2022/PT AMB.

Dalam putusan tersebut, menjatuhkan vonis terhadap Marthinus Roa selama dua tahun penjara.

“Putusan banding kepada Marthinus Roa sudah keluar, PT mengabulkan bandingnya. Putusan turun jadi 2 tahun penjara,” kata Pengacara Dino Huliselan yang sempat menangani perkara terdakwa di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (6/6/2022).

Majelis Pengadilan Tinggi juga menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman bagi diri sendiri, yakni pasal 127 Undang-Undang R I Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Baca juga: Pemuda Gang Singa, Tersangka Kasus Narkoba Telah Diserahkan ke Kejari Ambon

Putusan itu berbeda dengan tuntutan Jaksa maupun Majelis Hakim pengadilan Negeri, yang menyatakan Marthinus bersalah Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang R I Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dalam Dakwaan Pertama .

Sebelumnya, dalam putusan Majelis Hakim PN Ambon menyatakan terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider 3 bulan kurungan.

Bahkan, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara hingga 9 tahun dan denda Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan.

Menurut Pengacaranya, Dino Huliselan, putusan tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenanrnya.

Pasalnya terdakwa Marthinus bukanlah pengedar maupun kurir melainkan hanya seorang pengguna.

Terdakwa ditangkap dengan barang bukti berupa 0,23 gram sabu-sabu dan alat hisap di Mardika pada Rabu (15/9/2021).

Sementara itu, Huliselan menuturkan Marthinus tidak kasasi lagi dan belum mengetahui keputusan dari JPU untuk pengajuan kasasi.

“Untuk kasasi kita belum tahu,” tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved