Breaking News:

Kasus Korupsi

Kejari Kepulauan Aru Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Puskesmas Karaway

Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru akhirnya menetapkan tersangka atas kasus pembangunan proyek Puskesmas Karaway di Desa Karaway, Kecamatan Aru Tengah Tim

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
Grafis TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Tribun Ambon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru akhirnya menetapkan tersangka atas kasus pembangunan proyek Puskesmas Karaway di Desa Karaway, Kecamatan Aru Tengah Timur, Tahun Anggaran 2018.

Kedua tersangka tersebut, yakni RB yang bertugas sebagai PPK dalam proyek tersebut dan IJS selaku penyedia barang PT. Pratama Godean Jaya.

Keputusan tim penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka usai usai gelar perkara yang dilakukan, Kamis (2/6/2022) pukul 14.00 Wit.

Kasi Intelijen Kejari Kepulaun Aru, Romi Prasetiya Nitisasmito menyatakan dalam proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 5.785. 561. 000.

Dimana perbuatan para tersangka telah memenuhi 2 alat bukti yang mengakibatkan terdapat kekurangan volume progres pembangunan Puskesmas Karaway.

"Dari perbuatan para tersangka menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 443. 203. 155, 35.,"ucapnya dalam rilis yang diterima TribunAmbon, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Gelontorkan Rp 140 Juta, PLN Peduli Bantu 2 UMKM di Desa Rutah Maluku Tengah

Atas perbuatannya maka mereka berdua di sangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah dan di tambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Lanjutnya, Untuk Tersangka I berinisial RB pada hari kemarin sudah di lakukan penahanan oleh penyidik
Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru selama 20 hari ke depan di Rutan Polres Kepulauan Aru.

"Untuk Tersangka II yang berinisial IJS tidak dilakukan penahanan dikarenakan yang bersangkutan merupakan terpidana (perkara Pidana Umum) yang sedang menjalani pidana di Lapas Kelas III Dobo,"terangnya.

Romi menambahkan Dalam penyidikan Pembangunan Puskesmas Karaway penyidik juga menyita uang sebesar
Rp 150.000.000, sertifikat hak milik berupa tanah untuk mengembalikan kerugian negara yang nantinya dibuktikan di persidangan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved