Breaking News:

Maluku Terkini

Polisi akan Tindak Tegas Pelaku Pembakar Acamali di Masohi; Tindakannya Melawan Hukum

Polres Maluku Tengah akan menindak tegas pelaku pembakaran Acamali, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Masohi Maluku Tengah.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman
Kasi Humas Polres Maluku Tengah, Iptu. Ridho Masihin saat diwawancarai TribunAMbon.com di ruang kerjanya, Selasa (31/5/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUMAMBON.COM - Polres Maluku Tengah akan menindak tegas pelaku pembakaran Acamali, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Masohi Maluku Tengah.

"Proses hukumnya tetap lanjut dan akan ditindak tegas,"kata Kasi Humas Polres Maluku Tengah, Iptu Ridho Masihin kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (31/5/2022).

Dikatakan, meski sempat ada kesepakatan damai dengan pihak keluarga korban, namun proses hukum akan tetap dilanjutkan.

Pasalnya, korban dianggap telah melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan seseorang cacat seumur hidup.

"Ini kan tindakan perbuatan melawan hukum dimana perlakukan merupakan tindakan kekerasan atau penganiayaan berat yang menyebabkan seseorang atau orang lain cacat seumur hidup,"jelas Mantan Kapolsek Amahai itu.

Baca juga: BUTUH ULURAN TANGAN, Kondisi Acamali Sangat Parah dan Harus Segera Dioperasi, Tapi Kurang Biaya

Baca juga: Kondisi Terkini Acamali, ODGJ yang Dibakar Hidup-hidup di Masohi, Keadaannya Kritis

Lanjutnya, saat ini pelaku sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres setempat sambil menunggu proses penyelidikan penyidik reskrim.

Secepatnya lanjut dia, pelaku akan dinaikkan statusnya dari terduga pelaku menjadi tersangka.

"Ada kemungkinan status pelaku akan dinaikan dari terduga ke tersangka karena perbuatannya ini merupakan tindakan penganiayaan yang menyebabkan orang cacat semur hidup,"ujarnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku disangka melanggar pasal 351 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman paling lima tahun penjara.

"Pasal 351 ayat 2 KUHP yang menjelaskan tentang penganiayaan dengan luka berat sehingga diancam pidana penjara paling lama lima tahun," ujar Masihin. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved