Breaking News:

Maluku Terkini

Banyak Persoalan di Maluku, Amir Rumra Tegaskan Audit Keuangan Daerah Solusinya

Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra mengatakan, audit keuangan daerah harus menjadi kerja utama ke empat penjabat yang baru dilantik.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra menegaskan, audit keuangan daerah harus menjadi kerja utama ke empat penjabat yang baru dilantik.

Menurutnya, audit harus dilakukan baik oleh Inspektorat Provinsi Maluku dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ini penting mengingat berakhirnya masa jabatan bupati/wali kota masih ada persoalan yang ditinggalkan sebagai pekerjaan rumah.

Dan masalah di empat daerah ini hampir sama, yakni terjadi defisit anggaran dan hutang pihak ketiga yang sangat luar biasa.

"Dan supaya penjabat kepala daerah bisa mengetahui akar persoalannya seperti apa, solusinya harus lakukan audit keuangan daerah terlebih dahulu oleh Inspektorat Provmal dan BPK," kata Amir Rumra.

Kata dia, Ambon di tahun kemarin mendapatkan opini disclaimer atau rapor merah dari BPK.

Tentu, pengelolaan keuangan daerah harus dioptimalkan lagi, sehingga ke depan tak lagi mendapat opini tersebut.

"Jadi Penjabat Wali Kota Ambon, sebelum lakukan konsolidasi internal, terlebih dahulu lakukan audit pengelolaan keuangan," pintanya.

Terlebih, Ambon sendiri masih memiliki hutang ke pihak ketiga dalam jumlah yang lumayan banyak.

Hal ini juga terjadi di KKT dengan jumlah hutang mencapai Rp. 200 hingga 300 miliar.

Padahal keputusan pengadilan sendiri sudah inkrah, yang harus tetap diselesaikan.

Tak hanya itu, Aleg Dapil Kota Tual, Malra dan Aru ini juga meminta agar penjabat kepala daerah juga perlu melakukan audit terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga kinerjanya benar-benar maksimal.

"Juga pengembalian terhadap aset-aset milik Pemda harus dipastikan aman, seperti mobil dinas, dan aset lainnya yang selama ini menjadi fokus keluhan masyarakat," tandas Amir.

Diketahui, empat penjabat di Maluku resmi dilantik, Selasa (24/5/2022) sore.

Keempat penjabat itu yakni, Sekretaris DPRD Provinsi Maluku Bodewin Wattimena sebagai Penjabat Wali Kota Ambon.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku Djalaludin Salampessy yang diangkat sebagai Penjabat Bupati Buru.

Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar dijabat oleh Daniel E. Indey yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku.

Dan Andi Chandra As'aduddin diangkat sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Seram bagian Barat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved