Breaking News:

Bacaan Doa

Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 11 hingga 15, Berisi Tentang Ancaman Bagi Pembesar Musyrikin

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Surah Al Muddassir dan Surah Al Muzammil memiliki hubungan yakni kandungannya saling berkaitan.

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
Freepik
Alquran 

TRIBUNAMBON.COM -  Al Muddassir merupakan surah yang ada di dalam kitab suci Al Quran.

Surah ini berada di urutan ke-74 yang jumlah ayatnya yaitu 56.

Tergolong ke dalam surah Makiyyah, Surah Al Muddassir turun setelah Surah Muzzammil.

Al Muddassir diambil dari ayat pertamanya yang berarti ' orang yang berkemul'.

Ustaz Yahya melalui tayangan YouTube Nurul Hayat Channel menjelaskan peta konsep dari Surah Al Muddassir ini.

"Saya memetakan kandungan dari Surah Al Muddassir ada 6 bagian, dan semoga kita semua bisa mentadaburinya bersama-sama.

Ya minimal kita pelajari 3 hingga 4 pertemuan untuk hasil yang maksimal," ungkapnya saat membuka kajian online tafsir Surah Al Muddassir.

Disebutkannya jika ayat 1 hingga 10, Surah Al Muddassir berbicara tentang wasiat bagi Nabi Muhammad di awal berdakwah.

Kemudian pada ayat 11 hingga 25 berisi tentang ancaman bagi pembesar musyrikin.

Dilanjutkan pada ayat 26 hingga 37, Allah SWT menjelaskan tentang saqar dan penjaga neraka.

Pada ayat 38 hingga 48, terdapat percakapan antara golongan kanan dan mujrimin.

Lalu di ayat 49 hingga 53, Allah SWT mengisahkan orang-orang yang telah berpaling dari Al Quran.

Di bagian akhir pada ayat 54 hingga 56, terdapat nasihat-nasihat yang berkaitan dengan paripurna.

"Saya memetakan kandungan dari Surah Al Muddassir ada 6 bagian, dan semoga kita semua bisa mentadaburinya bersama-sama.

Ya minimal kita pelajari 3 hingga 4 pertemuan untuk hasil yang maksimal," ungkapnya saat membuka kajian online tafsir Surah Al Muddassir.

Untuk mengetahuinya lebih jelas, TribunPalu telah mengutip bacaan dan tafsir Surah Al Muddassir.

Diansir dari laman Quran Kemenag yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca juga: Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 6 Sampai 10, Artinya: Orang yang Berkemul

Baca juga: Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 26 sampai 30

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 21 sampai 25

Baca juga: Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 11 hingga 15, Hari Kiamat

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Al Mursalat Ayat 36 hingga 40, Malaikat - malaikat yang Diutus

Bacaan Surah Al Muddassir ayat 11 hingga 15

ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ - ١١

11. żarnī wa man khalaqtu waḥīdā

Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,

وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ - ١٢

12. wa ja'altu lahụ mālam mamdụdā

dan Aku beri kekayaan yang melimpah,

وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ - ١٣

13. wa banīna syuhụdā

dan anak-anak yang selalu bersamanya,

وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ - ١٤

14. wa mahhattu lahụ tamhīdā

dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya.

ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ - ١٥

15. ṡumma yaṭma'u an azīd

Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 11 hingga 15

Ayat 11

Di antara tokoh pendurhaka yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat ini dan akan mengalami kesulitan pada hari Kiamat adalah al-Walid bin al-Mugirah.

Terhadap tokoh ini dan siapa saja yang perilakunya sama dengan al-Walid, maka Allah menegaskan demikian, Biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya, tanpa bantuan dari siapa pun

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dialah yang akan berbuat sesuatu terhadap orang yang telah diciptakan-Nya sendiri.

Dia telah menciptakan dan mengeluarkannya dari perut ibunya, tanpa harta bahkan tanpa anak.

Lalu Dia menganugerahkan rezeki kepadanya, dan kepandaian memimpin kaumnya.

Akan tetapi, dia membangkang kepada-Nya.

Ayat ini menyebutkan kata-kata "wahid" (satu-satunya), sebagai sindiran kepada al-Walid yang bergelar wahid, sebab dialah yang paling menonjol di kalangan kaumnya karena kekayaan, pangkat, dan harta yang dimilikinya.

Al-Walid memiliki kebun ladang serta areal peternakan yang luas antara Mekah dan tha'if.

Ia mempunyai unta, kuda, kambing, dan budak belian. Mempunyai tujuh orang anak yang perkasa (tiga di antaranya masuk Islam, yaitu Khalid, Hisyam, dan 'Imarah).

Menurut Mujahid, putranya 10 orang. Lebih dari itu, Allah telah menganugerahkan usia panjang dengan kekayaan yang cukup kepada al-Walid itu (wafat dalam usia 90 tahun), dihormati dan disegani kaumnya.

Ayat 12

Penciptaan manusia pastilah melibatkan kedua orang tua, namun pada ayat ini peran itu dinafikan karena menunjukkan ancaman yang serius terhadap yang durhaka.

Dan orang tersebut juga Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah melalui sebab-sebab yang telah ditetapkan,

Allah mengungkapkan bahwa Dia memberikan kepada al-Walid harta yang banyak.

Allah telah menganugerahinya berbagai macam harta, sehingga menjadi satu-satunya orang terkaya di kalangan kaumnya.

Tidaklah mengherankan kalau sampai terlontar ucapan dari mulut al-Walid perkataan:

Sayalah satu-satunya anak dari satu-satunya di negeri ini, tiada seorang pun di kalangan Arab yang sepertiku atau seperti ayahku, al-Mugirah. (Riwayat al-Qurthubi)

Ayat 13

dan juga anugerah berupa anak-anak yang selalu bersamanya,

Ayat ini mengungkapkan bahwa Allah pun menganugerahkan kepada hartawan dan bangsawan Quraisy ini putra yang selalu ikut serta bersamanya.

Sebab dia orang kaya dan tidak memerlukan bantuan orang lain mengurus anaknya, maka anaknya tidak perlu mengembara ke negeri lain untuk mencari rezeki karena semuanya harus berdekatan dengan ayahnya sendiri.

Ada pula yang mengartikan bahwa anak-anak al-Walid selalu mendampinginya apabila ia menghadiri pertemuan atau perayaan-perayaan, sehingga menimbulkan kesan akan kebesaran dan kemuliaannya. Putra-putra yang dibanggakan itu ada 7 orang (al-Walid, Khalid, 'Imarah Hisyam, 'As, Qais, dan 'Abdussyam).

Tiga orang di antaranya (Khalid, Hisyam, dan 'Imarah) telah masuk Islam, memenuhi seruan Nabi Muhammad.

Ayat 14

Ayat ini melanjutkan uraian tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada al-Walid bin al-Mugirah.

Dan di samping itu Aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya.

Ayat ini mengutarakan bahwa Allah mencurahkan rezeki sebanyak-banyaknya kepada al-Walid berupa harta, anak, dan umur panjang. Ditambah lagi karunia berupa kedudukan yang tinggi di kalangan Quraisy, sehingga mendapat gelar terhormat sebagai "Raihanah Quraisy".

Seharusnya al-Walid bersyukur kepada Allah atas segenap nikmat dan kesenangan yang diterimanya.

Akan tetapi, justru sebaliknya dia berpaling dari kebenaran dan bersikap keras kepala.

Sifat seperti ini disebutkan dalam Al-Qur'an:

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu. (al-An'am/6: 1)

Ayat 15

Ayat ini melanjutkan uraian tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada al-Walid bin al-Mugirah.

Dan di samping itu Aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya.

Ayat ini mengutarakan bahwa Allah mencurahkan rezeki sebanyak-banyaknya kepada al-Walid berupa harta, anak, dan umur panjang. Ditambah lagi karunia berupa kedudukan yang tinggi di kalangan Quraisy, sehingga mendapat gelar terhormat sebagai "Raihanah Quraisy".

Seharusnya al-Walid bersyukur kepada Allah atas segenap nikmat dan kesenangan yang diterimanya.

Akan tetapi, justru sebaliknya dia berpaling dari kebenaran dan bersikap keras kepala.

Sifat seperti ini disebutkan dalam Al-Qur'an: Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu. (al-An'am/6: 1)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved