Breaking News:

Penanganan Covid

Peralihan Pandemi ke Endemi, Adonia Minta Masyarakat Maluku Tetap Pakai Masker

Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung meminta masyarakat tetap pakai masker meski pandemi Covid-19 akan beralih menjadi endemi.

TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Jubir Satgas Covid-19 Maluku, dr. Adonia Rerung 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung meminta masyarakat tetap pakai masker meski pandemi Covid-19 akan beralih menjadi endemi.

“Sekarang peralihan pandemi ke endemi yang disebut new normal, new itu ada yang baru. Dulu-dulu kita tidak pakai masker, sekarang harus pakai masker sudah jadi rutinitas. Dulu malas cuci tangan sekarang jadi rutinitas cuci tangan,” kata Adonia, Senin (23/5/2022).

Ia menerangkan, para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa Covid-19 tidak akan hilang 100 persen dalam waktu dekat dengan begitu saja.

Dibutuhkan waktu hingga berpuluh-puluh tahun baru bisa hilang.

Jika lalai, Covid-19 bisa saja kembali menyebar.

“Pendapat ilmuan bilang bahwa ini tidak akan hilang 100 persen. Yang ada kan malah bisa saja sewaktu-waktu muncul. Mungkin saja cuma di daerah-daerah tertentu. Tidak lagi serentak,” tandasnya.

Baca juga: Polda Maluku dan Kodam Pattimura Apel Bersama, Pastikan Siap Jaga Keamanan Maluku

Baca juga: Soal Lepas Masker di Luar Ruangan, Satgas Covid Maluku Ingatkan Ini

Baca juga: Ada Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Maluku, Simak Ini Jadwalnya

Untuk itu, dia berharap masyrakat waspada dengan tidak melepas masker sesuka hati.

Diketahui, pandemi adalah wabah penyakit yang telah menyebar dengan tingkat pertambahan kasus yang terus bertambah setiap harinya dan mencakup wilayah yang luas hingga ke berbagai negara.

Sedangkan endemi itu sendiri adalah wabah penyakit yang cukup besar dan mencakup suatu wilayah, tetapi penyebaran penyakitnya tetap terkendali.

Status pandemi bisa berubah menjadi endemi ketika cukup banyak orang yang mendapatkan perlindungan kekebalan dari vaksinasi atau infeksi alami.

Dengan begitu, penularan penyakit akan berkurang serta lebih sedikit kasus rawat inap dan kematian akibat penyakit tersebut, bahkan ketika virus masih terus beredar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved