Breaking News:

Kasus Korupsi Lampu Jalan di Kabupaten Buru Maluku Naik Tahap Penyidikan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru resmi menaikkan status kasus dugaan korupsi lampu jalan di Kabupaten Buru ke tahap penyidikan.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Grafis TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi korupsi 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru resmi menaikkan status kasus dugaan korupsi lampu jalan di Kabupaten Buru ke tahap penyidikan.

Hal ini disampaikan Kasi Intel Kejari Buru Dwiana Martanto, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Sabtu (14/5/2022) pagi ini.

"Iya, kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan," ujar Martanto.

Dirinya menegaskan, dalam tahap penyidikan sudah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.

Namun penyidikan masih terus berlanjut, hingga ditemukan tersangka.

Sementara terkait besar kerugian keuangan negara, juga belum diketahui secara pasti.

Baca juga: Dipanggil Jadi Saksi Korupsi Lampu Jalan, Para Kades di Pulau Buru Mangkir

"Setelah penyidikan usai baru bisa ditemukan ada atau tidaknya kerugian negara," ujarnya.

Diberitakan, sejumlah kepala desa di Kabupaten Buru akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengadaan lampu jalan tahun 2018-2019.

Ia menjelaskan, masalah pengadaan lampu jalan di Kabupaten Buru sudah termaksud tindakan mark up.

"Harga jual sekitar Rp 2,7 juta sampai Rp 2,9 juta di masing-masing desa, seharusnya tidak semahal itu, ini sudah masuk mark up," jelas Martanto.

Diduga sebanyak 82 Kepala Desa yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi lampu jalan itu.

Dari 82 terduga, baru 15 kepala desa yang telah mengembalikan uang sebesar Rp. 212 juta. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved