Breaking News:

Korupsi di Maluku

Dipanggil Jadi Saksi Korupsi Lampu Jalan, Para Kades di Pulau Buru Mangkir

Tidak hadir panggilan pertama, Kejari Buru akan kembali membuat surat panggilan berikutnya.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Tiga Kepala Desa (Kades) mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, saat diperiksa sebagai saksi kasus pengadaan lampu jalan Tahun 2018-2019.

Padahal jadwal pemeriksaan berlangsung Kamis (12/5/2022) pagi.

Tidak hadir panggilan pertama, Kejari Buru akan kembali membuat surat panggilan berikutnya.kpio

"Hari ini Kades tidak ada yang datang, namun kami akan kirimkan panggilan kembali," kata Kasi Intel Kejari Buru Dwiana Martanto, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui whatsapp, pukul 21:49 WIT, Kamis malam.

Ia menegaskan, apabila panggilan berikutnya tidak diindahkan dan sampai tiga kali tidak juga datang, maka langsung dijemput paksa.

"Jika tiga kali panggilan yang sah tidak hadir, maka kami akan jemput paksa," tegas Martanto.

Ia menyebutkan, apapun alasannya bisa untuk tidak hadir, mungkin ada keperluan mendesak.

Baca juga: KPK Cekal Richard Louhenapessy ke Luar Negeri

Baca juga: Ribuan Minyak Goreng Curah Bersubsidi Masuk Ambon, Harganya Rp 14 Ribu per Liter

"Yang tidak boleh itu menolak untuk memberikan keterangan dalam proses penegakan hukum, karena ada ancaman hukumannya," tuturnya.

Diberitakan, tiga Kades yang akan diperiksa yakni Kades Walbele, Kades Fogi dan Kades Namrinat.

Sejumlah Kades di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengadaan lampu jalan tahun 2018-2019.

Ia menjelaskan, masalah pengadaan lampu jalan sudah termaksud tindakan mark up.

"Harga jual sekitar Rp 2,7 juta sampai Rp 2,9 juta di masing-masing desa, seharusnya tidak semahal itu, ini sudah masuk mark up," jelas Martanto.

Diduga sebanyak 82 Kepala Desa yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi lampu jalan itu.

Dari 82 terduga, baru 15 kepala desa yang telah mengembalikan uang sebesar Rp. 212 juta. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved