Breaking News:

Wali Kota Ambon Tersangka KPK

9 Hari Lagi Lepas Jabatan, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Resmi Jadi Tersangka Suap Retail

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI umumkan Louhenapessy sebagai tersangka secara langsung melalui konferensi pers di kanal youtube KPK RI, Jumat (1

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Tangkapan layar Youtube KPK RI
Konferensi pers pengumuman & penahanan tersangka perkara perizinan pembangunan retail Kota Ambon, JUmat (13/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapesy resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail  tahun 2020 di Kota Ambon.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI umumkan Louhenapessy sebagai tersangka secara langsung melalui konferensi pers di kanal youtube KPK RI, Jumat (13/5/2022) malam.

Ketua KPK RI, Firli Bahuri mengatakan Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka bersama dua lainnya.

Yakni Andrew Erin Hehanussa selaku staff tata usaha Pemerintah Kota Ambon dan Amri selaku karyawan swasta AM.

“Diawali April 2022 lalu KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan pada saat ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu RL, WaliKota Ambon periode 2011-2016 dan 2017 – 2022, disamping itu AEH staff tata usaha pada Pemkot Ambon yang juga orang kepercayaan Louhenapessy dan tersangka ketiga adalah R swasta karyawan AM,” kata Firli Bahuri.

Lanjutnya, Louhenapessy dijemput paksa KPK setelah dilakukan pemantauan.

Sebelumnya meminta penundaan pemanggilan lantaran dirawat di salah satu Rumah Sakit di Jakarta Barat.

Baca juga: Tiba di KPK, Ini Kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy

Baca juga: Tak Penuhi Panggilan KPK, Richard Louhenapessy Dijemput Paksa 

Namun setelah dipantau KPK, ternyata Louhenapessy dalam kondisi sehat.

“Didalam perkara ini tim penyidik melakukan upaya paksa disalah satu Rumah Sakit di Jakarta Barat. RL meminta menunda pemanggilan karena mengaku sedang menjalani perawatan medis sehingga tim penyidik memantau dan hasil pemantauan ybs sehat walafiat, dan juga KPK melakukan pemeriksaan karena kondisi kesehatan RL,” jelasnya.

Setelah diperiksa, tambah Firli Bahri, Louhenapessy dan Hehanussa akan ditahan selama 20 hari hingga 1 Juni 2022.

“Terhadap tersangka RL ditahan dirutan KPK pada gedung merah putih tersangka AEH di Rutan KPK kapling C1,” tambahnya.

Sementara tersangka Amri diminta untuk patuh memenuhi panggilan.

“Berdasarkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan KPK memerintahkan kepada saudara  untuk segera memenuhi kewajiban untuk hadir di dalam panggilan KPK dan tentu kami juga mengimbau kepada para pihak yang tahu akan keberadaan tersangka supaya memberitahukan kepada KPK dan tentu juga kami imbau Jangan pernah ada pihak yang menyembunyikan terhadap keberadaan A,” tandas Bahri.

Untuk diketahui, Louhenapessy dan Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler akan segera habis jabatan pada 22 Mei 2022 mendatang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved