Breaking News:

Pukul Manyapu Mamala

Luka Sabetan Atraksi Pukul Manyapu Negeri Mamala, Ini Rahasia Penyembuhan

Atraksi itu merupakan tradisi perayaan 7 syawal dari dua negeri (Desa) di wilayah Jazirah Leihitu, Maluku Tengah

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Aqiem Mony
Pembuatan Minyak Mamala untuk dipakai usai atraksi pukul manyapu pada 7 Syawal 1443 Hijriah, Minggu (8/5/2022) malam. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sesuai penanggalan kalender Islam, pada 7 Syawal ada atraksi yang ditunggu-tunggu masyarakat Maluku.

Ialah atraksi Pukul Manyapu (Pukul Sapu).

Atraksi itu merupakan tradisi perayaan 7 syawal dari dua negeri (Desa) di wilayah Jazirah Leihitu, Maluku Tengah, yakni Mamala dan Morella.

Dalam atraksinya, dua kelompok pemuda saling menyabetkan lidi aren (Sapu) ke arah badan satu dan lainnya, tanpa ekspresi kesakitan.

Sabetan lidi kerap meninggalkan luka pada tubuh peserta atraksi.

Namun, mereka tak khawatir dengan semua luka di tubuh, karena ada ramuan penyembuh.

Baca juga: H+7 Lebaran, Sejumlah Destinasi Wisata di Pulau Buru Ramai Pengunjung

Baca juga: Listrik Tak Kunjung Nyala, Kota Ambon Terancam Blackout

Warga setempat menyebutnya Minyak Mamala, dikenal ampuh sebuhkan luka sabetan dalam waktu singkat tanpa bekas.

Menurut salah satu warga Mamala, Aqiem Mony, atraksi Pukul Manyapu juga menjadi cara menguji kesaktian Minyak Mamala.

Pembuatan minyak Mamala sendiri dilakukan satu hari sebelum atraksi, yakni 6 Syawal pada kalender penanggalan hijriah.

Disaksikan imam masjid, raja negeri, dan seluruh staf negeri Mamala, minyak Mamala yang dimasukkan ke dalam sebuah kendi berbalut kain putih, didoai untuk mendapatkan khasiatnya.

"Pembuatan minyak Mamala biasanya malam hari sebelum pukul manyapu, ada Imam, Raja dan seluruh staff Negeri," ucapnya.

Menurut sejarahnya, Pukul Manyapu dimulai sejak abad ke-16 di bawah pimpinan Upy Latu Liu.

Awalnya minyak tersebut digunakan untuk menyambungkan tiang Masjid Al-Muhibbin yang patah saat pembangunan di tahun 1643.

Karena keajaiban minyak tersebut, warga kemudian menggunakannya untuk berbagai kebutuhan pengobatan.

"Jadi tidak hanya untuk sembuhkan luka sabetan, bisa juga yang lain," cetusnya.

Diketahui, tradisi Pukul Manyapu adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas menangnya para umat muslim berpuasa selama bulan ramadan.

Pelaksanaan sendiri sesuai dan dengan penanggalan pendirian masjid pada 7 Syawal di pelataran Masjid Al-Muhibbin.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved