Breaking News:

Maluku Terkini

Taman Nasional Manusela Kembali Dibuka, Rumahnya Burung Kakatua Seram

Balai Taman Nasional Manusela sudah membuka kunjungan wisata di kawasan konservasi di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Humas Balai TN Manusela
Salah satu selter jalur pendakian Gunung Binaya di kawasan Taman Manusela, Bagian Selatan Pulau Seram. 

TRIBUNAMBON.COM -- Balai Taman Nasional Manusela sudah membuka kunjungan wisata di kawasan konservasi di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Rumahnya Burung Kakatua Seram ini, telah dibuka sejak 24 Maret 2022, termasuk kunjungan wisata alam ke kawasan pendakian gunung Binaiya.

Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manusela, MHD Zaidi mengatakan kawasan konservasi tersebut sempat ditutup cukup lama karena dampak pandemi COVID-19.

Meskipun kini sudah kembali dibuka, lanjutnya, namun jumlah kunjungan masih dibatasi hingga 30 persen dari biasanya.

"Kuota pengunjung masih dibatasi maksimal 306 orang saja," ujar Zaidi, di Masohi, Selasa (12/4/2022) malam.

Burung Kakatua Seram
Burung Kakatua Seram (ist)

Ia pun mengimbau kepada para wisatawan dan pendaki, agar tetap mematuhi protokol kesehatan, dan menjaga kelestarian alam

Taman Nasional Manusela adalah kawasan konservasi dengan luas sekitar 189.000 Hektare. Lokasi kawasan ini hampir meliputi 75 persen kabupaten Maluku Tengah.

Taman ini merupakan gabungan dari dua cagar alam, yaitu Wae Nua dan Wae Mual beserta seluruh perluasan wilayahnya. Namun demikian, secara administratif kawasan Taman Nasional Manusela termasuk di Kecamatan Seram Utara dengan ibukota Wahai dan Kecamatan Seram Selatan dengan ibukota Tehoru.

Taman Nasional Manusela juga merupakan daerah konservasi alam terindah yang ada di Indonesia. Berbagai aktifitas pun dapat dilakukan di Taman Nasional Manusela, mulai dari panjat tebing, hiking, camping, snorkling, hingga diving pun dapat dilakukan di berbagai lokasi pilihan dengan daya tarik yang berbeda-beda.

Disana ada sekitar 196 spesies burung, 14 di antaranya endemik, seperti Nuri Bayan, Kasturi tengkuk ungu, Kakatua Maluku, Todiramphus lazui, Todiramphus sanctus, Phileom subcorniculatus dan Alisterus amboinensis. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved