Breaking News:

Kesehatan

Ibu Hamil Boleh Berpuasa, Begini Penjelasan dr. Ika Wiraswesty

Akan tetapi kebanyakan para Ibu merasa terpacu untuk tetap melakukan ibadah puasa karena dilaksanakan hanya 1 tahun sekali.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; dr. Ika Wiraswesty
Dokter spesialis kandungan di Rumah sakit Siloam - Ambon, dr. Ika Wiraswesty 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Memasuki bulan suci Ramadan, seluruh umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Namun, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak melakukan puasa, di antaranya adalah wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui.

Akan tetapi kebanyakan para Ibu merasa terpacu untuk tetap melakukan ibadah puasa karena dilaksanakan hanya 1 tahun sekali.

Terkait hal tersebut, begini kata salah satu dokter spesialis kandungan di Rumah sakit Siloam, Ambon, dr. Ika Wiraswesty.

Kata dia, puasa pada ibu hamil diperbolehkan, hanya saja harus mengacu pada kondisi-kondisi tertentu.

“Diperbolehkan Wanita hamil untuk melakukan puasa, dengan tetap memperhatikan kondisi-kondisi tertentu. Karena tidak semua kondisi Wanita hamil siap untuk melakukan puasa,” Kata dia, Kamis (7/4/2022) siang.

Baca juga: Panitia Pemilihan Desa Poka - Ambon Keluarkan 135 Surat Pengantar Pencoblosan

Baca juga: Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi DAK Tahun 2018

Menurutnya, sebelum memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa, ibu hamil haruslah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau bidan terdekat, agar mendapatkan solusi yang tepat.

“Indikator terpenting seorang Ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa Kembali kepada kondisi si ibu dan janinnya sendiri, sehingga sangat diperlukan konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu untuk mengecek dan mengkonfirmasi apakah kondisi Ibu dan bayi sehat untuk melakukan puasa,” ucapnya.

Ia melanjutkan, usia kandungan yang cocok bagi ibu hamil untuk melakukan ibadah puasa yakni pada trimester kedua, atau usia kandungan diatas 20 minggu.

“Terkait umur kandungan yang paling cocok untuk melakukan puasa, biasanya ada pada trisemester kedua atau diatas 20 minggu. Namun tidak semua Ibu hamil juga dapat melakukan puasa walau usia kandungannya sudah di atas 20 minggu,” tandasnya.

Mengingat trisemester pertama alias masa-masa awal kehamilan, ibu hamil masih membutuhkan asupan nutrisi.

Selain itu pada masa awal kehamilan juga sering terjadi beberapa keluhan yang subjektif ketika hamil, ada yang tidak merasakan keluhan sama sekali dan ada yang mengalami berbagai keluhan, seperti mual, muntah, lemas dan pusing.

Keluhan-keluhan seperti ini yang dikhawatirkan bisa mengganggu kelancaran puasa. Sehingga dianjurkan agar sebaiknya tidak berpuasa di trisemester satu.

Tapi jika Ibu hamil pada trisemester satu tetap memaksakan untuk melakukan puasa, akan memiliki resiko yang lebih besar. Dikarenakan puasa itu waktu dimana kita menahan lapar dan haus sedangakan pada kondisi ibu hamil sendiri tidak boleh sama sekali menahan lapar dan haus.

Begitupun dengan trisemester ketiga, tidak dianjurkan juga untuk melakukan puasa. Karena kondisi Ibu yang semakin membesar, janinnya juga sudah lebih berat.

Dalam trisemester ketiga, setiap minggunya janin bertambah 250-300g, sehingga Ibu hamil cenderung akan lebih cepat lapar karena pertumbuhan janin menguras energi ibunya dan juga dalam masa persiapan persalinan untuk mencegah anemia dalam persalinan.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved