Breaking News:

Vaksinasi Masal

Aturan Baru Pelaku Perjalanan Tak Genjot Vaksinasi Booster di Ambon; Baru 6,8 Persen

Hanya bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah vaksin booster atau dosis ketiga tidak diwajibkan untuk test baik PCR maupun antigen.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Indonesia telah menetapkan aturan baru bagi pelaku perjalanan yang ingin mudik lebaran tahun ini.

Yakni wajib test PCR 3x24 jam atau tes antigen 1 x 24 jam bagi warga yang baru mendapatkan vaksin dosis kedua.

Hanya bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah vaksin booster atau dosis ketiga tidak diwajibkan untuk test baik PCR maupun antigen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, meski aturan telah keluar, namun peserta vaksin booster masih rendah.

Yakni 6,8 persen Tau 18.657 warga dari target 274.194.

"Untuk vaksinasi sudah 99,4 persen untuk dosis 1, sedangkan dosis keduanya itu 66,37 persen, sedangkan booster itu 6,8 persen kalau orangnya itu baru 18.657 dari sasaran 274.194," kata Pelupessy kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Baca juga: Maluku FC Mulai Lirik Kompetisi Usia Muda, Seleksi Pemain untuk Soeratin U-17 Bakal Digelar

Baca juga: PLN Upayakan Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Selama Ramadan di Kota Ambon

Menurutnya, capaian vaksinasi booster rendah karena antusias warga menurun.

Hal ini menyusul paham vaksin kedua sudah memenuhi kekebalan tubuh.

Padahal, Pelupessy menjelaskan, setelah enam bulan terjadi penurunan sehinga dihimbau untuk booster.

"Antusias masyarakat semakin turun, ketika mereka sudah mendapatkan 2 vaksin mereka beranggapan bahwa sudah memenuhi kekebalan tapi tanpa di sadari sudah terjadi penurunan setelah 6 bulan karena itu harus dilakukan booster supaya tetap komunitas itu tetap terjaga,"

"dan mungkin ada yang beranggapan bahwan dengan kondisi covid yang menurun mungkin ada yang belum sempat atau belum mau melakukan vaksinasi booster," tambahnya.

Pelupessy berharap, aturan baru yang mulai diterapkan pada 5 April 2022 di Ambon bagi pelaku perjalanan udara itu dapat meningkatkan jumlah warga yang dibooster.

"Tapi kita berharap dengan peraturan pemerintah yang mengharapkan untuk pelaku perjalanan kedepan harus melakukan vaksinasi booster ketika melakukan sudah suntik dosis ke 3 tidak lagi melakukan rapid maupun PCR tapi ketika sudah melakukan dosis 1 dan 2 itu harus melakukan PCR," tandasnya.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kebijakan ini berlaku mulai 2 April 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.

Sementara di Ambon, untuk pelaku Perjalanan yang tak ingin melampirkan hasil negatif tes PCR maupun Antigen wajib terlebih dulu melaksanakan vaksin Booster.

Hal itu jadi syarat penerbangan dari dan ke Bandara Pattimura Ambon dan mulai diberlakukan Selasa (5/4/2022). (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved