Selasa, 14 April 2026

Viral di TikTok

Pelayanan Kantor Kecamatan Salahutu Diprotes, Warganet; Harus Banyak Belajar ke Jepang

Viralnya video seorang pria protes atas pelayanan Kantor Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, menarik perhatian banyak warga Tiktok, Kamis (24/3/2022) p

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Tangkapan layar
AMBON - Tangkapan Layar, Postingan Tik-tok, @DikaBahzar, Kamis (24/3/2022) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Viralnya video seorang pria protes atas pelayanan Kantor Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, menarik perhatian banyak warga Tiktok, Kamis (24/3/2022) pagi.

Beragam tanggapan pun memenuhi kolom komentar pada video yang diunggah oleh akun bernama @DikaBahzar itu.

Salah satunya, yakni komentar dari akun @RenunganKristen, menurutnya, soal pelayanan publik, Indonesia harus banyak belajar dari negara Jepang.

"Indonesia harus belajar banyak dari negara Jepang, terutama soal budaya antri," tulisnya.

Senada dengan hal tersebut, Akun Tiktok @ridhoAmbon, dengan sarkas mengatakan di Maluku, pelayanan seperti itu bukan hanya di Kantor Kecamatan Salahutu saja, tetapi juga di terjadi di hampir semua Kantor Kecamatan.

"Udah biasa itu om pelayanan seperti itu, bukan hanya di Salahutu saja, tapi di semua Kecamatan," tulisnya.

Merasa keresahannya terwakili, Akun Tiktok @22 berterimakasih atas unggahan video tersebut.

Baca juga: Viral, Pria Protes Pelayanan Kantor Kecamatan Salahutu, Sudah 2 Hari Antri, Orang Lain yang Dilayani

"Terimakasih om sudah menjelaskan keresahan hati masyarakat Salahutu," kata dia.

Diketahui sebelumnya, viral di TikTok video seorang pria kecewa atas pelayanan di Kantor Kecamatan Salahutu, Maluku.

Video tersebut diunggah akun TikTok bernama @DikaBahzar pada Sabtu (19/3/2022).

Dalam video berdurasi 1 menit itu, nampak seorang pria memprotes pelayanan yang diberikan di Kantor Kecamatan Salahutu.

Mengenakan jaket berwarna coklat, pria itu memprotes dengan minivlog tepat di depan Kantor Kecamatan Salahutu.

Ia mengatakan, meski telah mengambil nomor antrean dan mengantre selama dua hari, prosesnya selalu ditunda oleh petugas setempat.

Sejak video tersebut diunggah, hingga kini telah ditonton sebanyak hampir 700 ribu kali serta dibagikan sebanyak lebih dari 700 kali.

Saat ini TribunAmbon.com masih mencoba mengonformasi pengunggah video untuk diwawancarai.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved