Menuju 2024
Masyarakat Maluku Gendong Muhaimin Iskandar Menuju Pilpres 2024
Masyarakat Maluku yang tergabung dalam Maluku Gendong Bung Muhaimin mendatangi Kantor DPP PKB Jakarta guna mengantarkan langsung dukungannya.
TRIBUNAMBON.COM - Setelah mendapat dukungan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, kini giliran masyarakat Maluku menyatakan dukungannya kepada calon presiden Muhaimin Iskandar.
Dukungan tersebut disampaikan langsung di kantor DPP PKB Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Masyarakat Maluku yang tergabung dalam Maluku Gendong Bung Muhaimin mendatangi Kantor DPP PKB Jakarta guna mengantarkan langsung dukungannya menggendong Muhaimin Iskandar ke kursi Presiden RI berikutnya.
Mereka juga akan membentuk Relawan Gendong Bung Muhaimin di seluruh Provinsi Maluku dan Maluku Utara, dan di daerah lain di Indonesia serta luar negeri.
"Kami ingin Maluku maju, setara dengan kawan-kawan di Jawa. Modal utamanya adalah merawat jembatan kemanusiaan di antara kami yang berbeda latar budaya dan agama."
"Kami percaya Bung Muhaimin mampu memahami dan mengerjakan tugas membangun jembatan itu,” kata tokoh masyarakat Maluku di Jakarta, yang juga Ketua Maluku 1 Rasa, Yopie Patty.
Baca juga: KPU: Pendaftaran Calon Presiden dan Peserta Pemilihan Legislatif Dibuka pada 2023
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat Maluku juga meminta kepastian dari Muhaimin Iskandar untuk memberikan perhatian pada daerah-daerah terdepan di Provinsi Maluku.
Harapan mereka, daerah terdepan ini tetap merasakan kehadiran pemerintah pusat.
Mereka juga meminta supaya Muhaminin Iskandar menyempatkan diri berkunjung ke Maluku mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Pada pertemuan tersebut, Muhaimin Iskandar menukil Martha Christina Tiahahu sebagai inspirasi membangun Maluku dan sekitarnya.
Christina Tiahahu, menurut Muhaimin, adalah sumber kekuatan masyarakat Maluku.
"Maluku sudah selesai dengan masa lalunya. Sudah ditunaikan oleh Martha Christina Tiahahu. Tugas saya untuk melanjutkan inspirasi itu, dan saya akan melaksanakannya," ucap Muhaimin.
Muhaimin menambahkan, dirinya akan mengambil posisi strategis untuk meredam konflik-konflik horizontal yang membayangi masyarakat.
Menurutnya, Maluku terlalu bagus untuk terjebak dalam kecurigaan berbau sara yan tidak berdasar.
"Tunggu saya di Maluku. Kepentingan kita sama, menyaksikan Maluku yang damai. Kita bersaudara, dan itu final,” katanya.