Breaking News:

Anggap Penetapan Tersangka Haris Azhar dan Fatia Kriminalisasi, 9 Ormas Siap Lawan Balik Luhut

Isnur mengklaim riset soal Intan Jaya diakui dan dihormati konstitusi, penetapan Haris Azhar dan Fatia sebagai tersangka adalah bentuk kriminalisasi.

Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Isnur mengklaim riset soal Intan Jaya diakui dan dihormati konstitusi, penetapan Haris Azhar dan Fatia sebagai tersangka adalah bentuk kriminalisasi. 

TRIBUNAMBON.COM - Sembilan organisasi masyarakat (ormas) nyatakan siap melawan kriminalisasi dalam penetapan Haris Azhar dan Fatia sebagai tersangka pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan.

Diketahui, Haris Azhar dan Fatia dipolisikan akibat diskusi hasil riset berjudul "Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya".

Diskusi tersebut dilakukan di kanal YouTube Haris Azhar yang diunggah pada 21 Agustus 2021.

Dalam diskusi tersebut, Fatia membeberkan adanya keterlibatan Luhut dalam kasus Intan Jaya.

Riset tersebut dilakukan oleh sembilan organisasi, yaitu YLBHI, Walhi Eksekutif Nasional, Pusaka Bentala Rakyat, Walhi Papua, LBH Papua, Kontras, Jatam, Greenpeace Indonesia, dan Trend Asia.

Baca juga: Merasa Difitnah, Luhut Bantah Tudingan Haris Azhar dan Fatia soal Keterlibatannya di Tambang Papua

Baca juga: Haris Azhar Diperiksa sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik Luhut, Akui Siap Ditahan Hari Ini Juga

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur mengklaim riset yang dilakukan oleh sejumlah lembaga ini diakui dan dihormati konstitusi.

"Secara legal standing, baik personal Fatia-Haris, maupun legal standing kelembagaan, ini legal standing kami sebagai lembaga diakui dan dihormati oleh konstitusi," kata Muhammad Isnur, dalam jumpa pers kesembilan organisasi itu, Rabu (23/3/2022), dilansir Komps.com.

Dengan demikian, kesembilan lembaga ini menilai penetapan Haris Azhar dan Fatia sebagai tersangka adalah bentuk kriminalisasi.

"Sembilan lembaga ini bersikap tegas melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap kerja-kerja kemanusiaan," imbuhnya.

Penetapan tersangka Fatia dan Haris, tambah Isnur, bukan hanya kriminalisasi atas 2 orang tersebut, melainkan juga atas kerja-kerja profesional lembaga-lembaga swadaya melalui riset tersebut.

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti yang ditetapkan sebagai tersangka menjelaskan, riset itu dilakukan untuk membongkar pelanggaran HAM dalam tambang emas di Papua.

"Di situ sebetulnya kami berusaha membongkar praktik-praktik tambang emas di Papua yang berdampak pada pelanggaran HAM di Papua, khususnya Intan Jaya," ungkap Fatia dalam jumpa pers, Rabu (23/3/2022).

"Kita dapat melihat dari peta, pos-pos militer yang ada di beberapa kabupaten di Papua, khususnya di Intan Jaya, pos-pos militer tersebut sangat dekat dengan lokasi-lokasi yang akan dijadikan tambang emas di Intan Jaya," jelasnya.

Baca juga: Ungkap soal Intan Jaya Papua, Haris Azhar Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Luhut: Buktikan di Pengadilan

Daerah-daerah konsesi tambang itu juga disebut berdampak pada pemukiman-pemukiman warga yang akhirnya mesti mengungsi secara terpaksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved