Breaking News:

Merasa Difitnah, Luhut Bantah Tudingan Haris Azhar dan Fatia soal Keterlibatannya di Tambang Papua

Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan Haris Azhar dan koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan Haris Azhar dan koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti. 

TRIBUNAMBON.COM - Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan Haris Azhar dan koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

Diketahui, keduanya menuding Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua.

Tudingan tersebut disampaikan dalam tayangan YouTube Haris Azhar berjudul "Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya‼️Jenderal Bin Juga Ada‼️" yang diunggah pada 21 Agustus 2021.

Kuasa hukum Luhut, Juniver Girsang dalam sidang pemeriksaan Haris Azhar dan Fatia sebagai tersangka, menyampaikan sejumlah bantahan.

Juniver membantah kliennya terlibat dalam gratifikasi dan conflict of interest dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua.

Berdasarkan hasil riset yang kemudian menjadi bukti, kata Juniver, tidak ada terbetik atau pun tertulis "Lord Luhut" di balik hubungan antara keuntungan ekonomi dan operasi militer di Intan Jaya.

Baca juga: Haris Azhar Diperiksa sebagai Tersangka Pencemaran Nama Baik Luhut, Akui Siap Ditahan Hari Ini Juga

“Ada Lord Luhut? Ndak ada! Ya tidak ada yang disebut riset,” tegas Juniver Girsang seperti dikutip dari tayangan KOMPAS TV, Senin (21/3/2022).

Juniver menambahkan pihaknya sudah melakukan kajian hingga menelisik bahwa tidak ada riset yang menyebutkan Luhut bermain di tambang Papua.

Dia menambahkan, kepolisian juga memiliki data bahwa dalam riset tidak ada kata-kata yang menyebutkan nama kliennya bermain di tambang Papua.

Juniver menilai pernyataan Haris dan Fatia kepada kliennya adalah fitnah yang mencemarkan nama baik.

“Kalau sudah fitnah pencemaran, mencemarkan nama baik, kehormatan dan keluarganya, apa terima?” kata Juniver.

“Itu ada hak hukum kita sekali lagi, silakan kritik tetapi kritik itu yang namanya konstruktif, ini kan negara hukum,” ujar Juniver.

Kuasa Hukum Haris Azhar, Nurcholis Hidayat sebelumnya mengatakan seharusnya Luhut yang lebih dulu diadili ketimbang kliennya.

Sebab untuk membuktikan kliennya terlibat dalam kasus ujaran kebencian, kasus dugaan tindak pidana korupsi harus lebih dulu diselesaikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved