Breaking News:

Eks Bupati Buru Selatan Diduga Tarik Uang dari ASN Pemkab Tanpa Kejelasan Aturan

KPK menduga mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) menarik uang dari para ASN di Pemkab Buru Selatan tanpa kejelasan aturan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Sousila mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/1/2022). KPK resmi menahan Tagop Sudarsono yang merupakan Bupati Buru Selatan, Maluku periode 2011-2016 dan periode 2016-2021 bersama dua tersangka lainnya terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji, gratifikasi dan TPPU pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011-2016. 

TRIBUNAMBON.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) menarik uang dari para ASN di Pemkab Buru Selatan tanpa kejelasan aturan.

Hal ini didalami tim penyidik lewat pemeriksaan sejumlah saksi pada Jumat (18/3/2022) di Kantor Mako Sat Brimobda Polda Maluku.

"Dikonfirmasi mengenai dugaan adanya penarikan sejumlah uang dari para ASN Pemkab Buru Selatan oleh tersangka TSS tanpa adanya kejelasan dasar aturan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (21/3/2022).

Adapun para saksi yang diperiksa antara lain, Ahmad Umasangadji, Anggota DPRD/Fraksi PDIP; Ismail Loilatu, Anggota DPRD/Fraksi Demokrat; Herlin F. Seleky, Anggota DPRD/Fraksi Demokrat; Mokesen Solisa, Anggota DPRD/Fraksi Gerindra; Vence Titawael, Anggota DPRD/Fraksi Golkar; dan Koptu Husin Mamang, Anggota TNI/Babinsa Desa Mageswaen Ramil 1506-02/Leksula Dim 1506/Namlea Rem 151/Bny Dam XVI/Ptm.

Kepada para saksi, dilanjutkan Ali, tim penyidik KPK turut menelusuri aset-aset milik Tagop Sudarsono Soulisa.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran uang dan kepemilikan berbagai aset dari tersangka TSS," katanya.

Sedianya tim penyidik KPK juga memeriksa La Hamidi, Wakil Ketua DPRD/Fraksi PAN; Orpa A. Seleky, Anggota DPRD/Fraksi PDIP; Ahmadan Loilatu, Anggota DPRD/Fraksi PAN; serta Abdul Gani Rahawarin, Anggota DPRD/Fraksi Nasdem.

Namun, dikatakan Ali, mereka tidak hadir. Tim penyidik pun akan kembali melakukan penjadwalan pemanggilan ulang.

KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011-2016.

Sebagai penerima suap, yaitu Tagop Sudarsono Soulisa (TSS) dan Johny Rynhard Kasman (JRK) dari pihak swasta; sedangkan sebagai pemberi suap, yakni Ivana Kwelju (IK) selaku Direktur PT Vidi Citra Kencana (VCK).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved