Breaking News:

Kapolda Harap Ritual Adat di Maluku Jadi Pemersatu Anak Bangsa

Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, mengatakan provinsi bertajuk bumi raja-raja ini, terkenal masih memegang teguh adat dan tradisi leluhur.

TribunAmbon.com/Mesya
MALUKU: Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif saat diwawancarai di Gedung DPRD Maluku, Kamis (10/3/2022) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM -  Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, mengatakan provinsi bertajuk bumi raja-raja ini, terkenal masih memegang teguh adat dan tradisi leluhur.

Namun cukup disesalkan, setiap kali pelaksanaan ritual adat masih menimbulkan konflik di lapangan.

Sehingga korban materi, korban luka, bahkan korban jiwa tak terhindarkan.

"Bahkan membuat kontra produktif dan dendam berkepanjangan antar masyarakat," ucap Lotharia dalam rilisnya kepada awak media Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Rawan Konflik, Masalah Tapal Batas di Pulau Haruku akan Diselesaikan

Untuk itu, menurut dia, kegiatan ritual adat yang beragam harus disesuaikan. 

Dengan perkembangan zaman yang mengedepankan kerukunan, persatuan dan kesatuan.

"Saya harap kegiatan ritual adat yang dibuat harus menjadi pemersatu anak bangsa bukan memecah bela kita," pintanya.

Selain itu, para tokoh adat harus menyiapkan rencana kegiatan adat dengan sebaik-baiknya, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Agar kegiatan ritual adat bisa berjalan aman dan lancar jauh dari pertikaian.

"Sehingga Maluku lebih dikenal lagi oleh dunia bahwa hidup orang basudara selalu di kedepankan," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved