Breaking News:

Maluku Terkini

BMKG Catat 87 Kali Gempa Bumi di Maluku Selama Sepekan Terakhir

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geologi Ambon mencatat, dalam sepekan terakhir, 87 kali gempa bumi mengguncang Maluku.

Tribun Batam
Gempa Bumi di Jayawijaya 

TRIBUNAMBON.COM - Provinsi Maluku menjadi salah satu daerah di Indonesia yang rawan gempa bumi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geologi Ambon mencatat, dalam sepekan terakhir,  87 kali gempa bumi mengguncang wilayah Maluku.

“Dari data yang ada, dalam sepekan terakhir mulai dari tanggal 4-10 Maret tercatat ada 87 kejadian gempa yang terjadi di Maluku,” kata Kepala Stasiun Geologi Ambon Herlambang Hudha dalam keterangan tertulis, Jumat (11/3/2022).

Herlambang menyatakan, dari 87 kejadian gempa itu, sebanyak 45 gempa berkekuatan di bawah magnitudo tiga, 36 kejadian gempa berkekuatan di atas magnitudo tiga, dan dua kejadian gempa berkekuatan di atas magnitudo lima.

“Gempa yang terjadi dalam sepekan terakhir merupakan gempa kecil di bawah lima magnitudo dan hanya dua gempa yang berkekuatan diatas lima magnitude,” katanya.

Baca juga: Dini Hari Tadi, Gempa Guncang Maluku dan Ondong Sulawesi Utara, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan

Baca juga: Korban Gempa 2019 Belum Tertangani, BPBD Ambon Dinilai Lambat

Adapun dari pusat kedalaman, tercatat sebanyak 68 kejadian gempa terjadi pada kedalaman 60 km di bawah permukaan laut, 15 gempa terjadi pada kedalaman 60-300 km di bawah permukaan laut, dan dua gempa di kedalaman lebih dari 300 km di bawah permukaan laut.

Herlambang menambahkan, aktivitas kegempaan di wilayah Laut Banda yang terjadi dalam sepekan terakhir umumnya didominasi gempa bumi menengah dengan kedalaman gempa 60-300 km di bawah permukaan laut yang berasosiasi dengan slab yang menunjam dari selatan.

“Dari 85 kali kejadian gempa dalam sepekan terakhir tidak ada satu pun gempa yang dirasakan getarannya,” ujarnya.

Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masuk dalam wilayah rawan gempa. Sebab, Maluku berada pada pertemuan tiga lempeng besar yakni Indo Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia lalu bertemu Lempeng Pasifik. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan terjadi patahan yang tidak beraturan, sehingga kerap memicu terjadinya gempa di Maluku. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved