Breaking News:

Menuju 2024

Soal Wacana Penundaan Pemilu 2024, Amir Rumra Sebut Itu Ajang Cari Muka Elit Politik

Pria yang digadang-gadang bakal bertarung menuju Senayan itu menerangkan, pada hakikatnya kontruksi regulasi dan undang-undang tidak memberi ruang

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Mesya Marasabessy
Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Anggota DPRD Maluku dari Fraksi PKS, Amir Rumra menilai wacana penundaan Pemilu 2024 hanya menjadi ajang cari muka di kalangan elit politik semata.

"Ini hanya sekedar cari muka saja di hadapan presiden. Ini merupakan permainan sejumlah elit politik yang mencoba menarik perhatian, mencari panggung, menaikan elektabilitas dengan mencuatkan kontroversi ditengah masyarakat, pada hakikatnya tidak ada alasan penundaan pemilu, kecuali jika stabilitas keamanan negara dalam keadaan berbahaya," kata Amir Rumra kepada wartawan, Senin (7/3/2022).

Pria yang digadang-gadang bakal bertarung menuju Senayan itu menerangkan, pada hakikatnya kontruksi regulasi dan undang-undang tidak memberi ruang untuk menunda pelaksanaan pemilu.

Kecuali pemilu lanjutan atau pemilu susulan.

Baca juga: Ahli Waris Brigpol Anumerta Faisal Heluth Terima Santunan Kematian Khusus Rp 450 Juta

Baca juga: Lolos CPNS 2020, 94 Pegawai Baru di Maluku Tengah Ikut Pelatihan Dasar, Begini Pesan Sekda 

“Konstitusi mengatur lima tahun sekali. Kalau tidak patuh terhadap konstitusi konsekuensinya negara ini tentu akan bergejolak,” terangnya.

Ia menilai, wacana tersebut hanya merupakan bagian dari upaya menarik respon masyarakat.

“Yang pasti, Fraksi PKS pasti menolak dengan keras penundaan pemilu 2024, karena tidak ada alasan kuat, atau tidak berdasar,” tandas Amir Rumra.

Dilansir dari Tribunnews.com, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menggulirkan usulan penundaan Pemilu 2024.

Selain dirinya, dua ketua umum parpol lainnya juga ikut mendukung usulan agar Pemilu 2024 ditunda.

Mereka adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto serta Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.

Pandemi Covid-19 jadi salah satu alasan ditundanya pemilu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved