Breaking News:

Korupsi di Maluku

WG Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Kesra di Maluku Tenggara

Tersangka diketahui berinisial WG adalah bendahara pengeluaran Bagian Kesra Kantor Bupati Malra, tahun anggaran 2019.

Penulis: Risman Serang | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Risman Serang
Kasi Pidsus Kejari Kota Tual Prasetyo Purba saat di temui tribunAmbon.com di Ruangan Kerja Kamis (24/2/2024) 

Laporan Kontributor TrbunAmbon.com Risman Serang

TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri Tual telah menetapkan status tersangka pada Kasus tindak Pidana Korupsi Dana Kesra di Kabupaten Maluku Tenggara.

Tersangka diketahui berinisial WG adalah bendahara pengeluaran Bagian Kesra Kantor Bupati Malra, tahun anggaran 2019.

"Jadi bahwa kami tim penyidik Kejaksaan Negeri Tual telah menetapkan satu orang tersangka atas Nama WG dalam dugaan  penyalahgunaan anggaran pada bagian kesra kabupaten Maluku Tenggara, Tahun 2019," ucap Prasetyo Purba Kasipidsus Kejaksaan negeri Tual Prasetyo Purba, Kamis (22/2/2022).

Penetapan tersangka tersebut termuat dalam urat penetapan tersangka dengan Nomor: R 05/I.1.12/P.1/01/2022 tanggal 22 Januari 2022.

Dijelaskan, saat ini tim penyidik Kejaksaan Negeri Tual masih terus menyelidiki kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan muncul tersangka baru.

"Namun apa kami berhenti sampai disini, tidak kami masih mencari dugaan keterlibatan pihak-pihak lain yang kami rasa mereka masih punya tanggung jawab adanya kerugian tersebut," tutur Prasetyo.

Baca juga: Pemkot Ambon Dinilai Tak Serius, Johan van Capelle Prediksikan Pilkades Bakal Molor Lagi

Baca juga: Soal Lahan Eks Hotel Anggrek Ambon, Wakil Rakyat Minta Gardu PLN Dipindahkan

Lanjutnya, sebelum penetapan WG sebagai tersangka, kejaksaan telah memeriksa sebanyak 44 saksi dalam kasus tersebut.

Diketahui, kerugian negara dalam kasus Pidana Korupsi Dana Kesra di Kabupaten Maluku Tenggara itu menyebakan kerugian negara sebesar lebih dari Rp 700 juta.

"Kerugian akibat penyalahgunaan pada anggaran di bidang Kesra Kabupaten Maluku Tenggara tahun anggaran 2019, sekitar Rp 700 juta lebih," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved