Breaking News:

Bentrok di Pulau Haruku

Polda Maluku Bantah Adanya Isu TNI-Polri Jaga Keamanan Pulau Haruku secara Terpisah

Dalam penggalan video berdurasi 2.41 menit itu, para pengunjuk rasa menyebutkan jika pos pengamanan yang dibentuk TNI dan Polri terpisah. Aparat TNI

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Humas Polda Maluku
Aparat Gabungan TNI Polri saat berpatroli di Hutan Pulau Haruku. Kamis (16/2/2022) 

TRIBUNAMBON.COM - Polda Maluku membantah keras beredarnya informasi liar terkait adanya Pos Pengamanan terpisah antar TNI dan Polri di perbatasan Negeri Aboru dan Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku.

Bantahan tersebut disampaikan setelah beredarnya penggalan video aksi demonstrasi yang dilakukan sekelompok warga di media sosial.

Aksi unjuk rasa tersebut diketahui berlangsung di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam penggalan video berdurasi 2.41 menit itu, para pengunjuk rasa menyebutkan jika pos pengamanan yang dibentuk TNI dan Polri terpisah.

Aparat TNI disebutkan hanya mengamankan Aboru, sedangkan aparat Kepolisian menjaga Hulaliu.

"Jadi informasi itu sangat tidak benar ya. Tidak ada yang namanya TNI amankan Aboru sendiri dan Polri amankan Hulaliu sendiri. Tapi yang benar adalah TNI dan Polri atau aparat gabungan mengamankan Aboru dan Hulaliu," tegas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat di Ambon, Kamis (17/2/2022).

Baca juga: Antisipasi Kejadian Berulang di Pulau Haruku, Pasukan Raider Yonif 733 Kembali Diterjunkan

Juru bicara Polda Maluku itu mengaku heran dengan informasi yang disampaikan tersebut.

Menurutnya, Pos-pos Pengamanan yang dibangun di perbatasan Aboru dan Hulaliu, diisi oleh anggota TNI dan Polri.

"Sejak awal kerusuhan pun Polsek, Koramil dan Satgas BKO di Pulau Haruku pun selalu bersama mengamankan lokasi konflik. Tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri. Jadi sekali lagi informasi itu tidak benar," tegasnya.

Roem meminta semua pihak agar tetap tenang dan tidak malah menyulut api permusuhan.

Saat ini, aparat keamanan dan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya sedang berupa mendamaikan konflik di Pulau Haruku.

"Jadi kami menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Saat ini, kami sedang bekerja keras, TNI, Polri, Pemda bahkan DPRD untuk menghentikan konflik yang kerap terjadi," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved