Breaking News:

Ambon Terkini

725 Kasus Tak Sampai 2 Pekan, Skor Ambon Turun Jadi 2,73 Poin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, perubahan skoring dipengaruhi lonjakan kasus yang cukup signifikas tak sampai dua pekan

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy di Balai Kota Ambon, Senin (7/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kota Ambon kini berada dalam skor 2,73 pada zona kuning atau resiko rendah.

Poin itu turun 0,19 poin dari pekan sebelumnya yaitu 2,92 poin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, perubahan skoring dipengaruhi lonjakan kasus yang cukup signifikas tak sampai dua pekan terakhir.

Yaitu, sebanyak 725 kasus terkonfirmasi sejak Senin (24/1/2022) lalu hingga Minggu (6/2/2022) kemarin.

“Data terakhir, skor Kota Ambon turun menjadi 2,73 dan masih berada di Zona Kuning atau Resiko Rendah dengan PPKM Level II” Kata Pelupessy, Senin (7/2/2022).

Dijelaskannya, ekor pada peta resiko didasarkan pada perhitungan dan pembobotan sejumlah indikator, utamanya jumlah kasus aktif dan meninggal dunia.

Peningkatan kasus covid-19, kata Pelupessy, lantaran timnya gencarTesting, Tracing, dan Tracking (3T) pada kontak erat pasien positif.

Baca juga: ASN Pemkot Ambon Wajib Tes PCR Sebelum Masuk Kantor

“Kasus cukup tinggi karena kita lakukan tracing baik di kantor – kantor, disekolah dan tracking dari yang terkonfirmasi positif, ” ujarnya.

Lanjutnya, dengan kasus positif yang terkonfirmasi ini dapat memudahkan Dinas Kesehatan Ambon untuk mencegah terjadi penularan dan dapat segera ditangani.

“Prinsipnya begini, pertama, COVID-19 identik dengan penularan, sehingga ketika mengurangi pergerakan, bisa meminimalisir penularan. Yang kedua ketika kita dapat lebih banyak yang terkonfirmasi kita bisa isolasi agar mereka tidak menularkan orang lain sehingga penularan lebih masif,” jelasnya

Pelupessy berharap, kenaikan kasus secara signifikan tidak dianggap sebagai sesuatu yang dibuat–buat.

Pasalnya, hal ini sudah diprediksi sebelumnya oleh para ahli, dan terjadi hampir seluruh daerah di Indonesia.

“Bukan hanya di kota Ambon, tapi seluruh wilayah Indonesia kenaikan kasus signifikan dengan kondisi seperti ini dan itu sudah diprediksi ahli epidemiologi bahwa kenaikan kasus akan terjadi di bulan Februari dan Maret, itu sudah diperhitungkan,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved