Breaking News:

Bentrok di Pulau Haruku

Tuasikal Lapor Dampak Bentrok di Pulau Haruku, Ratusan Rumah Hingga Ribuan Pohon Cengkih Rusak

Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal menetapkan bentrokan di Pulau Haruku sebagai bencana konflik sosial. Penetapan itu terhitung

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Humas Polda Maluku
Bupati Maluku Tengah, Karo Ops dan Kapolda Maluku saat Kunjun Kerja di Kantor Bupati Maluku Tengah, Kita Masohi, Sabtu (5/2/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM – Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal menetapkan bentrokan di Pulau Haruku sebagai bencana konflik sosial. Penetapan itu terhitung Rabu (26/1/2022) hingga 14 hari kedepan.

Upaya penyelesaian akar masalah hingga penangan dampak bentrok pun terus dilakukan pemerintah daerah.

Tuasikal dihadapan Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif pun memastikan penanganan serius persoalan tersebut.

Dia merinci dampak bentrokan di Pulau Haruku, yakni;

Tiga orang meninggal dunia, Tiga orang luka dan jumlah pengungsi sebanyak 1.558 orang dari 350 kepala keluarga.

Sedangkan jumlah bangunan rusak yakni sebanyak 211 unit, meliputi 183 rusak berat dan 28 rusak sedang.

Jumlah tanaman Cengkih yang ditebang 1.030 pohon, jumlah mobil yang terbakar 3 unit, motor yang terbakar 59 unit, jumlah Sekolah yang rusak meliputi 2 ruang kelas SD rusak berat.

Baca juga: Tuasikal Tetapkan Status Bentrok di Haruku Sebagai Bencana Konflik Sosial, Diperpanjang 14 hari

Baca juga: Tuasikal Abua Pastikan Warga Kariu Kembali ke Tahan Kelahiran

"Jumlah korban meninggal 3 orang, korban luka 3 orang, dan jumlah pengungsi 1.558 orang /350 KK. Jumlah pengungsi siswa SD sebanyak 138 orang dan siswa SMP sebanyak 69 orang,” kata Tuasikal saat menerima Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, Sabtu (5/2/2022).

Adapun bantuan yang telah diserahkan kepada para pengungsi, terkhusus di titik pengungsian Negeri (Desa) Aboru, diantaranya;

Bantuan peralatan dan logistik, meliputi terpal ukuran 4x6 sebanyak 37 buah, terpal ukuran 6x8 15 buah, selimut 54 buah, tikar 24 buah, kain sarung pria 40 buah, kain sarung wanita 40 buah, bantuan beras sebanyak 2 ton.

"Bantuan sembako Iainnya berupa 250 karton, gula pasir 200 kg, Ayudes 20 karton, kopi 5 karton, daun Teh 20 dos juga disalurkan," tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga sudah menyusun skenario rencana penanganan pengungsi, berupa penyediaan hunian sementara, relokasi dan pemukiman kembali Negeri Kariuw.

"Penempatan staf medis di pengingsian dan kunjungan rutin dokter puskesmas setiap 3 kali dalam seminggu memantau dan memberikan layanan kesehatan di lokasi pengungsinan. Penyiapan rencana belajar mengajar untuk Siswa SD dan SMP di lokasi pengungsian," katanya.

Bupati juga mengatakan pihaknya telah menetapkan tim penegasan batas tanah Kabupaten Maluku Tengah, serta penyiapan rencana penanganan sementara para pengungsi selama di lokasi pengungsian.

Antara lain penyiapan dapur umum, penyediaan peralatan masak, penyediaan sembako, penyediaan air bersih, penyediaan MCK, penyediaan jaringan listrik dan penerangan, penyediaan perlengkapan tidur, penyediaan pakaian anak-anak dan orang dewasa, penyediaan seragam sekolah dan perlengkapan belajar, penyediaan obat-obatan, penyiapan tenda untuk ruang belajar darurat.

"Mudah-mudahan dengan segala ikhtiar serta dukungan dari semua pihak, terutama tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, aparat TNl-Polri, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, penyelesaian masalah ini dapat segera dituntaskan agar suasana Damai dapat kembali tercipta di Kecamatan Pulau Haruku," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved