Breaking News:

Bentrok di Pulau Haruku

Tokoh Agama di Maluku Tengah Serukan Warga Jaga Perdamaian

Seruan itu disampaikan agar warga di Maluku Tengah dan Maluku secara umum tidak mudah terpancing isu-isu provokatif yang dapat merusak hubungan orang

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Tangkapan layar media sosial
MALUKU: Tangkapan layar media sosial, Ucapan Pesan Damai Para Tokoh Agama di Kota Masohi Maluku Tengah. Jumat, (28/1/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Menyikapi bentrok dua Negeri di Pulau Haruku, sejumlah tokoh agama di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah menyerukan pesan damai.

Mereka meminta warga tetap menjaga perdamaian.

Seruan itu disampaikan agar warga di Maluku Tengah dan Maluku secara umum tidak mudah terpancing isu-isu provokatif yang dapat merusak hubungan orang basudara (persaudaraan) di Bumi Raja-raja.

Para tokoh agama meminta kedua pihak dapat menahan diri dan menyudahi pertikaian yang terjadi.

"Kami menghimbau masyarakat Maluku Tengah agar tidak mudah terprovokasi berita hoax. Marilah kita menjaga perdamaian dan persatuan supaya daerah ini tetap damai, sudah cukup pengalaman masa lalu yang kelam jangan terpancing emosi, kedepankan persaudaraan agar tidak ada lagi air mata jatuh," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku Tengah, Rajab Sese dalam video di unggah di Media Sosial Facebook baru-baru ini, Jumat (28/1/2022).

Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Maluku Tengah Menunggu Logistik dari Pemprov

Hal senada disampaikan Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Masohi, Pdt. Adriana Lohy.

"Seluruh warga Gereja yang ada di Masohi, untuk tetap menjaga keamanan terkait dengan peristiwa Kariu. Mari kita merajut cinta kasih dengan persaudaraan sejati bagi kehidupan kita sebagai manusia ciptaan Tuhan yang adalah makhluk yang mulia untuk menjaga relasi dan komunikasi antar sesama supaya terciptalah damai di hati kita untuk membangun Maluku yang aman dan damai," jelas Lohy.

Tempat berbeda Pengurus Gereja Santos Penginjil Masohi, Pastor Sakres Daton S.Wd mengajak seluruh umat beraga di daerah itu agar sama-sama menjaga kehidupan kerukunan umat beraha agar tercipta kehidupan yang aman dan harmonis.

"Mari kita membangun tali persaudaraan antar sesama, menjaga keamanan dan keharmonisan kehidupan kerukunan umat beragama demi Maluku Tengah yang lebih maju, harmonis dan damai,"ajak Pastor.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Maluku Tengah, Taslim Tuasikal meminta masyarakat Maluku terutama Umat Islam di Maluku agar tidak mudah terpancing isubsara muda terprovokasi oleh pihak yang kurang bertanggungjawab terkait konflik yang terjadi di Haruku antara warga Negeri (Desa) Kariuw dan Dusun Ori Desa Pelaku.

"Menyikapi konflik yang terjadi di Pulau Haruku maka kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Tengah agar tidak mudah terprovokasi dengan berit-berita hoax, kita harus cerdas dalam bermedia sosial serta marilah sama-sama kita menjaga Kamtibmas dan menjaga hubungan persaudaraan kita dengan baik," kata Taslim.

Taslim juga mengajak warga di daerah itu agar memberikan kepercayaan penuh kepada pihak berwajib dan pemerintah agar menyelesaikan masalah itu hingga tuntas tanpa konflik lagi.

"Insiden yang terjadi di sana itu bukan konflik gama atau Sara. Maka kami mengimbau agar sama-sama menjaga keamana dan kedamaian. Mari kita berikan kepercayaan kepaad TNI/Polri dan pemerintah untuk menyelesaikan semua masalah ini," pinta Taslim.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved