Breaking News:

Ambon Hari Ini

Selingkuh Hingga Penelantaran, Anggota Polri Ba Polsek Bula Kesatuan Polres SBT Dilaporkan

Pasalnya, JM diduga menelantarkan dan melakukan tindak pidana perzinahan dari tahun 2017.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Kristo Imanuel
Penasihat hukum HW, Kristo Imanuel 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Anggota Polri Ba POLSEK BULA Kesatuan POLRES Seram Bagian Timur (SBT) berinisial JM dilaporkan istrinya.

Pasalnya, JM diduga menelantarkan dan melakukan tindak pidana perzinahan dari tahun 2017.

Demikian disampaikan kuasa hukum terlapor HW, Kristo Imanuel Masela kepada tribunambon.com, Jumat (28/1/2022).

“Selaku kuasa hukum kami mengambil langkah hukum dengan melakukan segala upaya hukum guna kepentingan hukum klien sehubungan dengan kasus Perzinahan dan penelantaran yang dilakukan oleh salah satu anggota Polri yang berinisial JM yang merupakan suami sah dari klien saya yang berinisial HW,” kata Kristo.

Kristo menjelaskan, lebih dari sekali HW melakukan perselingkuhan padahal telah diberi kesempatan berulang kali.

Baca juga: Seminggu 13 Kasus, Ambon Naik Zona Kuning

Baca juga: Besok, Jenazah Praka Anumerta Rohman Tomilawa Tiba di Ambon

Awalnya, sang istri berencana melapor oknum polisi itu kepada Kepolisan Sektor SBT pada tahun 2017, namun pelaku meminta maaf dan berjanji tak mengulanginya lagi.

“Pelaku dugaan tindak pidana perzinaan meminta maaf dengan jaminan tidak akan mengulangi perbuatannya di hadapan klien saya dan keluarganya,” papar Kristo.

Namun di Tahun 2021, oknum polisi itu kembali mengulangi perbuatannya.

“Hal ini dapat di ketahui oleh klien saya melalui Saudaranya melalui via Telepon terkait perbuatan perselingkuhan yang diulangi oleh oknum anggota polri tersebut sehingga pada malam harinya tertanggal 13 Desember 2021 klien saya langsung ke Polres Seram Bagian Timur untuk melaporkan peristiwa tersebut yang di alami sehingga malam itu juga sekitar pukul 23.30 WIT oknum anggota polri tersebut bersama selingkuhannya di jemput dan di bawa ke Kantor Polres Seram Bagian Timur,” ungkapnya.

Dia berharap, oknum polisi tersebut dapat ditindak tegas lantaran tak menunjukan cerminan Polisi RI.

“Bahwa terhadap peristiwa ini sebagai kuasa hukum, saya sangat menyangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. Jelas-jelas tindakan ini sangat mencoreng nama baik kepolisan dan tindakan tersebut setelah dilakukan penilaian hukum merupakan pelanggaran terhadap etika dan profesi polri. Setelah dilakukan penilaian hukum terhadap peristiwa tersebut maka sebagai kuasa hukum sudah kami persiapkan berbagai laporan dan langkah-langkah hukum lain untuk menindak tegas tindakan oknum polsi tersebut,” tandasnya.

Diketahui, Pengaturan Kode Etik Profesi POLRI KEPP berdasarkan ketentuan Pasal 4 PERKAP Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia salah satunya adalah Etika Kepribadian yang jadi pedoman berperilaku anggota POLRI dalam hubungan yakni, sopan santun dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Ditegaskan pada ketentuan Pasal 11 huruf c dan d Peraturan Kapolri 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia bahwa setiap anggota polri wajib Menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum, Menjaga dan memelihara kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara santun. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved