Breaking News:

Maluku Terkini

Orangtua Bocah Korban Pencabulan di Maluku Tengah Minta Pelaku Dihukum Berat

Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Maluku Tengah. Kali ini menimpa bocah 5 tahun yang diduga dicabuli seorang remaja di pantai.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Pos Kupang
Ilustrasi perkosaan dan pencabulan 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Maluku Tengah. Kali ini menimpa bocah 5 tahun yang diduga dicabuli seorang remaja di pantai

Orangtua bocah korban pencabulan berharap agar pelaku mendapatkan hukuman berat karena melakukan pencabulan terhadap anaknya.

"Sebagai orang tua kami berharap dia (pelaku) bisa dihukum berat atas perbuatannya itu," kata Ayah korban, SW saat diwawancarai di Kantor Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maluku Tengah di Masohi, Rabu (26/1/2022).

Sementara itu lanjutnya, setelah kasus ini mencuat, orang tua pihak terlapor sempat mendatangi rumah dari korban. 

"Mereka datang dan minta diselesaikan secara kekeluargaan. Saya tolak. kalau masalah lain saya bisa damai, kalau ini tetap harus proses hukum," tambah dia.

Baca juga: Remaja yang Cabuli Bocah 5 Tahun di Maluku Tengah Jadi Tersangka; Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: Bocah 5 Tahun di Maluku Tengah Korban Pencabulan, Pelaku Ngaku Terobsesi Film Porno

Dirinya berharap aparat kepolisian dapat memproses masalah tersebut dan pelaku bisa dihukum sesuai perbuatannya.

"Kami sebagai orang sangat berharap aparat kepolisian bisa menegakkan hukum sesuai dengan perbuatan orang itu (pelaku),"harap dia.

Seperti diberitakan, pelaku yang masih remaja berinisial AL (16 tahun) sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan.

AL diduga telah mencabuli tetangganya yang masih berusia lima tahun saat bermain di pantai.

Dimana, saat itu pelaku mengajak adik pelaku bersama korban bermain di salah satu kawasan pantai desa setempat.

Disana, pelaku menyuruh adik perempuannya BH (8 tahun) untuk mengajak bermain korban di goa berukuran kecil.

Namun setelah sampai di depan goa tersebut, adik pelaku kemudian mendorong korban kedalam goa setelah itu pelaku menarik korban masuk beberapa meter kedalam dan langsung menjalankan aksi bejatnya.

Tak selang berapa lama ayah korban menemukan korban tengah menangis di tempat kejadian.

Setelah ditanyakan, korban menceritakan yang dialaminya kepada kedua orang tuanya.

Mereka pun langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek setempat.

Pelaku saat ditangkap, tidak mengelak dan mengakui perbuatannya terobsesi dengan video porno yang kerap ditontonnya lewat smartphone miliknya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved