Selasa, 14 April 2026

Maluku Terkini

Bawaslu: Semua Kabupaten di Maluku Rawan Politik Uang

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku, Astuti Marasabessy mengatakan, politik uang bisa dikemas dengan beragam modus.

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/Ridwan
MALUKU: Ketua Bawaslu Provinsi Maluku, Astuti Usman Marasabessy. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Maluku menjadi daerah yang mempunyai kerawanan tinggi terhadap politik uang. 

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku, Astuti Marasabessy mengatakan, politik uang bisa dikemas dengan beragam modus.

Biasanya kata dia, dilakukan dengan memberikan imbalan berupa sembako maupun uang agar masyarakat memilih pasangan calon atau nomor urut tertentu.

Menurut Astuti, hal itu kerap terjadi hampir seluruh kabupaten di Maluku.

"Kalau mau bilang rawan hampir seluruh kabupaten ada potensi itu, bahkan Kota Ambon juga," kata Astuti saat mengunjungi Studio TribunAmbon.com, Senin (24/1/2022).

Baca juga: DPR, Pemerintah, dan KPU-Bawaslu Sepakat Pemilu 2024 Dilaksanakan 14 Februari

Lanjutnya, politik uang seringkali ditemukan lantaran kurang pahamnya masyarakat terhadap proses Pemilu.

Terlebih pada beberapa kabupaten di Maluku seperti Maluku Tengah, Buru hingga Seram Bagian Timur (SBT).

"Warga banyak yang kemudian terima uang atau sembako karena tidak tahu itu bentuk pelanggaran Pemilu," tandasnya.

Untuk itu, Bawaslu saat ini fokus menyiapkan langkah pencegahan politik uang.

Salah satunya yakni dengan menjalin kerjasama antar stake holder maupun perguruan tinggi untuk memberikan pemahaman Pemilu sejak awal.

Pasalnya selain merusak demokrasi, politik uang juga bakal menjadi cikal bakal terjadinya tindak pidana korupsi politik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved