Breaking News:

Maluku Terkini

Minta 400 Miliar Dana Alokasi Khusus, Maluku Hanya Kebagian 16 Miliar

Alokasi dana yang diberikan untuk Maluku disebut tidak akan membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Jembatan Merah Putih 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Jalan dari Dinas PUPR Provinsi Maluku dikurangi Pemerintah Pusat.

Padahal usulan DAK 2022 sebesar Rp. 400 miliar beberapa waktu lalu telah disetujui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Namun saat sampai ke Kementerian Keuangan, angkanya justru turun jauh dan tersisa Rp. 16 Miliar saja.

Hal itu memancing reaksi anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Rovik Afifuddin.

"Indikator yang dipakai Kemenkeu itu apa sampai kita cuma dapat Rp. 16 miliar" kata Afifuddin kepada TribunAmbon.com, Kamis (20/1/2022).

Dia mengaku tidak habis pikir karena anggaran Rp. 16 miliar dinilai Direktur Dana Transfer Khusus Kemenkeu terlalu banyak bagi Maluku.

Padahal DAK itu sangat dibutuhkan untuk pembangunan akses jalan bagi masyarakat di Maluku.

Baca juga: Latuconsina Minta Pemda Maluku Tengah Sediakan Lahan Tuk Bangun Pangkalan AL di Banda

Baca juga: Gubernur Murad Ismail Pastikan Lumbung Ikan Nasional Tetap di Maluku

Angka Rp. 16 miliar yang diberikan Kemenkeu RI dinilai tak akan mencukupi pembangunan infrastruktur.

Alokasi dana yang diberikan untuk Maluku disebut tidak akan membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Lanjut Sekretaris DPW PPP Maluku itu, dia bersama anggota komisi III lainnya akan tetap memperjuangkan hak masyarakat hingga ke pusat.

"Kita akan ketemu siapapun yang punya hak terkait itu untuk perjuangkan hak Maluku," tandasnya

Menurutnya, diperlukan gerakan yang lebih besar untuk bisa mendapatkan kembali hak masyarakat negeri raja-raja. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved