Minggu, 3 Mei 2026

Lumbung Ikan Nasional

Tepis Kabar Dipindahkan, Abdul Haris: Maluku Pantas Jadi Lumbung Ikan Nasional

Kabar Lumbung Ikan Nasional (LIN) dialihkan ke provinsi lain dibantah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, Abdul Haris.

Tayang:
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Abdul Haris 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kabar Lumbung Ikan Nasional (LIN) dialihkan ke provinsi lain dibantah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, Abdul Haris.

Abdul Haris menegaskan, Maluku pantas jadi lumbung ikan nasional.

Pasalnya, Maluku memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah, baik untuk subsektor perikanan tangkapan, maupun perikanan budi daya. 

Haris menyatakan, yang memenuhi kriteria untuk dijadikan LIN adalah Maluku. Yakni memiliki potensi ikan 20 persen dari nasional.

“Kita punya 4,6 Juta dibandikan dengan potensi nasional 12,5 juta, berarti kita punya 37 persen sumber daya ikan nasional,” kata Abdul Haris kepada wartawan, Selasa (18/1/2022) siang.

Baca juga: Abdul Haris Pastikan Kabar Lumbung Ikan Nasional Dialihkan ke Provinsi Lain Tidak Benar

Yang kedua lanjut Haris, Maluku memnuhi kriteria produksi ikan minimal 6 persen dalam satu tahun.

“Sedangkan kita sudah 500 ribu ton per tahun. Itu belum terhitung yang tidak didaratkan, jadi setara 12-14 persen,” imbuhnya.

Ketiga tambahnya, untuk menjadi LIN, setidaknya harus memiliki dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

"Kita juga bahkan punya tiga WPP, dimana 714 laut banda, 715 laut seram, dan 718 laut arafura. Jadi kita memenuhi syarat karna memiliki 3 WPP,” terangnya.

Kriteria terakhir yakni harus terdapat pusat pelayanan secara nasional.

“Untuk pusat pelayanan kita punya ada dua, pelabuhan perikanan nusantara Ambon di Tantui, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual di Dumar,” cetusnya.

“Itu artinya keempat syarat sudah terpenuhi. Belum tentu di provinsi lain memenuhi empat syarat ini. artinya harapan dilaksanakan LIN di Maluku masih ada,” tandas Haris.

Dia pun memastikan proyek yang rencanana berlokasi di kawasan Negeri (Desa) Waai itu tetap berjalan.

"Yang mendukung LIN saja sudah jalan. Kalau LIN batal atau tidak jadi, ngapain Pempus mendorong New Ambon Port,” ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved