Breaking News:

Maluku Terkini

Jadi Tersangka, PNS Seram Timur Maluku Bisnis Surat Rapid Antigen Palsu Terancam 6 Tahun Penjara

NS di Seram Bagian Timur, Maluku, yang terlibat dalam bisnis pemalsuan surat rapid test antigen akhirnya ditetapkan sebagai tersangka,

freepik
ditahan polisi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – PNS di Seram Bagian Timur, Maluku, yang terlibat dalam bisnis pemalsuan surat rapid test antigen akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Rabu kemarin (13/1/2022).

Kapolsek Pelabuhan Yosudarso Ambon, Iptu Burhanudin Surya Muhammad mengatakan tersangka dijerat penyidik  dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang membuat surat keterangan palsu dengan ancaman ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” kata Surya saat dihubungi TribunAmbon.com, Kamis (13/1/2022).

Burhanudin menambahkan, dari hasil pemeriksan selama dua hari tersangka Ismul Amri Lamazidi (33) melakukan aksinya sendiri.

"Untuk hasil pemeriksaan, tersangka ini bekerja sendiri tidak melibatkan orang lain. Tetapi kalau ada info lanjut nanti kita kabari lagi," tandasnya.

Kejadian ini terungkap, ketika surat antigen palsu yang dibawa kedua korban yakni Ramnia Latbual (18) dan Hadija (46), diperiksa petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Saat diperiksa dengan teliti, ternyata ada surat Antigen dengan cap dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu ternyata palsu.

Untuk menangkap terduga pelaku kedua korban berserta nakes RS, Frengky Rainheart Syauta dan didampingi petugas KKP langsung membuat janjian dengan IAL. Saat itulah, pelaku ditangkap dan dibawa Kepolsek KPYS.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved