Breaking News:

Maluku Terkini

Buat Surat Hasil Pemeriksaan Antigen Palsu, PNS di Seram Bagian Timur Jadi Tersangka

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sram bagian Timur, Maluku, ditetapkan sebagai tersangka karena menjual surat hasil pemeriksaan rapid palsu.

KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL
Ilustrasi barang bukti pemalsuan surat rapid test . 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Seram bagian Timur, Maluku, ditetapkan sebagai tersangka karena menjual surat hasil pemeriksaan rapid test antigen palsu.

PNS berinisial IAL (33) ini menjual surat hasil menjual surat palsu itu untuk orang yang ingin berlayar dengan kapal.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Burhanudin Surya Muhammad  mengatakan, penetapan tersangka ini usai pihak penyidik merampungkan bukti-bukti dan memeriksa beberapa saksi.

"Bukti-buktinya sudah cukup, maka kita sudah tetapkan tersangka kemarin,” ucap Burhanudin melalui pesan singkat WhatsApp kepada TribunAmbon.com, Kamis (13/1/2022).

Burhanudia menambahkan, untuk mempertangungjawabkan perbuatannya tersangka kini sudah mendekam dipenjara.

"Kemarin kita hanya amankan sebagi saksi di rutan KPYS namun, statusnya sudah tersangka kita limpahkan ke rutan Mapolresta Ambon,”tuturnya.

Kejadian ini terungkap, ketika surat antigen palsu yang dibawa kedua korban yakni Ramnia Latbual (18) dan Hadija (46), diperiksa petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Saat diperiksa dengan teliti, ternyata ada surat Antigen dengan cap dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu ternyata palsu.

Untuk menangkap terduga pelaku kedua korban berserta nakes RS, Frengky Rainheart Syauta dan didampingi petugas KKP langsung membuat janjian dengan IAL. Saat itulah, pelaku ditangkap dan dibawa Kepolsek KPYS.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved