Breaking News:

Maluku Terkini

Masuk Ranah Hukum, Pengukuhan Adat Raja Seith Diminta Tunggu Hasil Pengadilan

Penetapan Mata Rumah Parentah di Negeri Seith, Leihitu, Maluku Tengah kini berlanjut ke ranah hukum.

TribunAmbon.com/Ridwan
Balai Desa Negeri Seith, Leihitu, Maluku Tengah. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penetapan Mata Rumah Parentah di Negeri Seith, Leihitu, Maluku Tengah kini berlanjut ke ranah hukum.

Gugatan perdata atas Peraturan Negeri yang tidak sesuai mekanisme dilayangkan Tokoh Adat Seith, Janu Nukuhehe dan Abdullah Hataul.

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Ambon saat ini telah mencapai tahap Duplik.

Untuk itu, pengukuhan adat yang rencananya dilakukan, Rabu (12/1/2022) diminta ditunda lebih dulu.

"Seharusnya pengukuhan raja itu tunggu hasil pengadilan dulu, karena sudah sampai di ranah hukum," kata Suherman Ura, Kuasa Hukum penggugat

Pasalnya, dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Lanjut kata Ura, gugatan dilakukan dengan dalil Raja terpilih Arifin Ramli Nukuhehe melakukan perbuatan melawan hukum (PMH).

Ramli dinilai mengeluarkan Perneg tanpa musyawarah mufakat dari Saniri Negeri.

Dalam gugatannya juga disampaikan permintaan agar Saniri Negeri membuat dan mengesahkan Perneg baru.

"Substansi kita jelas, Saniri harus buat Perneg baru yang sesuai fakta," ucapnya

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga dan tokoh masyarakat Seith menuntut Bupati Maluku Tengah, untuk meninjau permasalahan tersebut agar tak menimbulkan konflik antar warga.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved