Breaking News:

Pemilu 2024

Ini Cara Ketua KPU RI Ilham Saputra Hindari Tudingan Negatif Saat Dilobi-lobi Peserta Pemilu

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) Ilham Saputra mengakui pernah ada orang yang mencoba melobinya terkait

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; TribunNews.com
KPU RI meneken Nota Kesepahaman dengan Tribun Network, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) Ilham Saputra mengakui pernah ada orang yang mencoba melobinya terkait penyelenggaraan pemilihan umum.

Namun ia menolak tegas permintaan yang melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Ilham pun punya cara sendiri untuk menjaga dirinya agar terhindar dari tudingan negatif.

Yakni menolak ajak pertemuan di luar kantor.

"Pasti (ada lobi), itu pasti. Tapi kalau hal-hal seperti itu saya menemui di kantor. Kalau di luar tentu tidak baik karena informasinya jadi liar," ujar Ilham dalam wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, usai KPU RI meneken Nota Kesepahaman dengan Tribun Network, Kamis (6/1/2022).

Kemudian, untuk menjaga integritas, Ilham selalu mengingat moment ketika dilantik sebagai Ketua KPU RI.

Baca juga: Setiap Tahun Ada 1.500 Pasangan Daftar Pernikahan di Maluku Tengah, Terbanyak dari Salahutu

Baca juga: Terima 20 Ribu Blangko, Ririmase Pastikan Tidak Ada Alasan Kehabisan Blangko saat Bikin KTP di Ambon

Mengangkat sumpah atas nama Tuhan untuk berkerja dengan baik sesuai aturan dan undang-undang.

"Itu tadi, berkaca atau mengacu pada sumpah yang diambil bahwa itu sumpah kita kepada Tuhan. Kemudian memahami bahwa melanggar integritas itu adalah sebuah perbuatan yang melanggar undang-undang. Itu penting ditanamkan kepada komisioner siapapun yang akan menyelenggarakan pemilu dan pilkada 2024 yang akan datang," jelasnya.

Dia pun berharap seluruh penyelenggara pemilu selalu menjaga integritas.

“Yang paling penting dalam menjadi penyelenggara pemilu, dia harus kemudian menghormati sumpah ketika dilantik. Tentu ini kan bersumpah atas nama Tuhan dan bersedia bekerja penuh waktu. Karena ketika masuk tahapan itu seluruh pekerjaan itu ya harus standby di kantor, kita memastikan seluruh tahapan itu berjalan dengan baik. Kadang-kadang rapat juga mendadak karena ada sesuatu yang perlu kita putuskan. Kemudian menjaga integritas,” katanya.

Selanjutnya tetap menjaga kondisi tubuh, mengingat mobilitas sebagai penyelenggara pemilu cukup tinggi.

Apalagi untuk pemilu serentak 2024 mendatang.

“Tentu di waktu luang saya menggunakannya untuk olahraga. Saya suka sepedaan, kadang saya main sepak bola. Menjaga stamina ini penting karena mengatur waktu untuk istirahat dan berolahraga penting karena memang pekerjaan kita ini sepenuh waktu. Kadang hari libur masuk, tapi saya kadang mencuri-curi waktu untuk berolahraga agar saya tetap fit,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved