Breaking News:

Maluku Terkini

Akui ada Praktik Pungli Pelayanan SIM di Ambon, Roem Ohoirat; Tak Sebanyak Dulu

Dia menjelaskan, warga yang datang mengurus SIM tanpa ujian biasanya diberikan harga melebihi ketentuan.

TribunAmbon.com/ Adjeng Hatalea
Kabid Humas Polda Maluku, Roem Ohoirat 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease dinilai tak terhindarkan dari pungutan liar.

Layanan pembuatan SIM diluar aturan yang berlaku masih sering terjadi hingga kini.

Hal tersebut diungkap Kabid Humas Polda Maluku, Roem Ohoirat saat mengunjungi Studio TribunAmbon.com, Kamis (6/1/2022).

"Pengurusan SIM disana juga ada punglinya disitu, yang biasa cuma 125 ribu dinaikkan jadi 150 ribu untuk masyarakat," ucap Ohoirat

Dia menjelaskan, warga yang datang mengurus SIM tanpa ujian biasanya diberikan harga melebihi ketentuan.

Namun, praktik suap dan pungli di institusi kepolisian saat ini sudah tidak sebanyak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Kejar Target 70 Persen, Bimda Maluku Gelar Vaksinasi Masal di Mapolres Tual

Baca juga: Berasal dari Partai Penguasa, Lucky Wattimury Berpeluang Duduki Kursi Wali Kota Ambon 2024

Telah banyak Polres berinovasi untuk mengatasi hal tersebut.

"Pungli saat ini sudah tidak sebanyak dulu, sekarang banyak polres yang coba mengatasi itu," ucapnya

Awal Januari 2020, praktik ilegal itu akhirnya menyeret nama Kasatlantas Ambon, Ganesha Sinambela.

Sinambela bersama 7 anggota Satlantas Polresta Ambon saat ini telah diberhentikan dan dicopot akibat praktik tersebut.

Mereka ditahan setelah tim Paminal Mabes Polri menemukan sebuah kardus berisi uang senilai Rp. 6 juta di ruang kerja Ganesha.

Lanjut Ohoirat, dari jumlah Rp. 6 juta yang ditahan itu, Rp. 2 juta merupakan hasil prakti pungli tersebut. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved