Breaking News:

Amnon Hari Ini

334 Kasus Perceraian di Ambon, Penyebabnya Didominasi Suami Izin Poligami

Data PA Ambon menyebutkan, izin poligami menjadi penyebab paling tinggi kasus perceraian.

Freepik
Ilustrasi poligami 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengadilan Agama (PA) Ambon mencatat, sebanyak 344 pasangan suami istri mengajukan gugatan cerai yang berlangsung sepanjang 2021.

Izin poligami jadi penyebab paling tinggi karamnya bahtera rumah tangga.

Data PA Ambon menyebutkan, izin poligami menjadi penyebab paling tinggi dengan jumlah gugatan cerai mencapai 331 kasus.

Disusul perselisihan dan pertengkaran tercatat menjadi penyebab pisahnya pasangan suami istri dengan 174 kasus.

Adapun faktor penyebab perceraian lainnya yaitu meninggalkan salah satu pihak sebanyak 112 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (39), ekonomi (4), serta masing-masing satu kasus yang disebabkan dihukum penjara dan madat.

Berdasarkan data, angka perceraian di Ambon cenderung menurun.

Pegawai Bagian informasi PA Kelas I Ambon, Sitti Patty Sitty menjabarkan, data 2019 atau sebelum pandemi, di mana ada 1000 kasus perceraian di PA Ambon. Jumlah itu menurun pada 2020 menjadi 800 kasus.

Sementara pada tahun 2021 kemarin, hanya ada 344 kasus perceraian yang didaftarkan.

"Tahun 2021 kemarin kasus perceraian cukup menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Sitti saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Selasa (4/1/2022).

Diakui Sitti, meski sudah menurun, pihaknya menyediakan mediator bagi kedua belah pihak yang ingin bercerai.

"Kami juga punya mediator hanya kecil kemungkinan berhasil, baiknya sebelum masuk ranah pengadilan sudah dimediasi lebih dulu," ucap dia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved