Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Bantah Keterangan Saksi, Adam Pattiwaelapia Sebut Sudah Bayar Sewa Kamar Karateker Bupati SBB

Terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Adam Pattiwaelapia membantah keterangan saksi.

Tanita Pattiasina
Pengadilan Negeri Ambon gelar sidang. 

Laporan Wartawam TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Adam Pattiwaelapia membantah keterangan saksi yang menyebut dirinya tak membayar sewa hotel.

Adam mengatakan, sudah membayar sewa kamar di Hotel Amboina sebesar Rp. 35 juta pada September 2016 lalu.

Kamar hotel dipakai Karateker Bupati, Ujir Halid selama 11 hari.

"Saat itu rumah dinas bupati sementara direnovasi sehingga Ujir Halid selaku karateker Bupati menginap selama 11 hari di sanaa," jelas terdakwa Adam.

Pernyataan itu disampaikan Adam menanggapi keterangan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang di Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (2/1/2022).

Baca juga: Korupsi Anggaran Dana Belanja Langsung Setda SBB - Maluku, Tuharea Hingga Halid Diperiksa

Sebelumnya, Pemilik Hotel Amboina, Hengky Sirait mengatakan tidak menerima pembayaran sewa kamar dari bendahara Setda Kabupaten SBB secara berulang kali pada Februari 2016.

"Manajer Hotel Amboina di Piru tidak pernah melaporkan kepada saya telah menerima uang pembayaran kamar selama berkali-kali baik yang ditempati Ujir Halid selaku karateker Bupati SBB maupun tamu-tamu pemda lainnya," kata Sirait saat sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Jenny Tulak dan dihadiri tim JPU Kejati Maluku, Ye Oceng Ahmadali dan kawan-kawan.

Saksi Hengky juga mengakui hanya bisa meraih profit di kisaran Rp 4 jutaan setiap akhir bulannya.

Namun hal itu tak sebanding dengan bukti pembayaran kamar hotel dan penginapan yang dikantongi tim Jaksa selama Bulan Februari 2016 yakni Rp4 juta, Rp3 juta, Rp10 juta, Rp4 juta, Rp7 juta, dan Rp30 juta.

Sementara itu, pemilik Penginapan Mentari Indah, Femy Tjiong juga mengaku hal yang sama.

Saksi mengaku tidak menerima uang sebanyak itu dan biaya sewa yang ditagihkan ke Pemkab SBB hanya sebesar Rp 2 juta.

"Selain kamar penginapan yang murah, kami juga punya ruang pertemuan yang sering disewa Pemkab SBB untuk berbagai kegiatan dan nilai sewa hanya sekitar Rp 2 juta," tambah saksi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved